Wartawan Beritajatim.com Dianiaya Saat Liput Pertandingan Sepak Bola di Jember

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2018, 10:01 WIB
Diperbarui 05 Jul 2018, 10:01 WIB
penganiayaan
Perbesar
Ilustrasi penganiayaan (iStockphoto)

Liputan6.com, Jember - Wartawan beritajatim.com Oryza Ardiansyah Wirawan dianiaya sejumlah pemain tim Sindo Dharaka dan aparat keamanan saat meliput pertandingan sepak bola antara Persid Jember vs Sindo Dharaka di Stadion Jember Sport Garden Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu sore, 4 Juli 2018.

"Saat itu pertandingan sudah berakhir. Namun, beberapa pemain dari Sindo Dharaka melakukan protes terhadap wasit. Kemudian, saya turun dari atas tribun untuk melakukan wawancara," kata Oryza kepada sejumlah wartawan di Jember, dilansir Antara.

Menurut dia, wasit menghadiahkan penalti kepada pemain tim Persid Jember di injury time yang membuahkan gol, sehingga kedudukan 1-1. Hal itulah yang menyebabkan pemain Sindo Dharaka marah dan mengejar wasit hingga memukul wasit.

"Sebagai jurnalis, saya mengabadikan peristiwa itu dengan menggunakan kamera ponsel, sehingga saya turun dari tribun. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang merampas ponsel saya dan menanyakan kenapa mengambil gambar," tuturnya.

Teriakan seseorang itu membuat sejumlah pemain Sindo Dharaka yang semula konsentrasi memprotes wasit beralih kepada Oryza. Pemain dan suporter Sindo Dharaka lalu melayangkan tendangan dan pukulan kepada wartawan beritajatim.com tersebut.

"Mereka memukuli saya dan menendang kaki saya saat berdiri tegak. Saya tidak tahu berapa pukulan yang melayang karena saya hanya berusaha melindungi kepala saya, karena kalau kepala yang dipukul akan berakibat fatal," katanya.

Tidak selang lama, panitia dan aparat keamanan yang mengetahui peristiwa tersebut melindungi jurnalis yang menjadi korban kekerasan suporter dan pemain Sindo Dharaka, kemudian membawa Oryza ke tempat yang aman dan ponselnya juga dikembalikan.

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan suporter dan pemain Sindo Dharaka menyebabkan luka memar di bagian tubuh wartawan senior tersebut, sehingga yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Jember Klinik dan menjalani rawat inap.

"Saya akan melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum agar diusut tuntas. Kejadian ini membuktikan bahwa pekerjaan jurnalis masih di bawah ancaman pertandingan sepak bola yang seharusnya sportif," katanya dengan didampingi Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember, Salim.

Sindo Dharaka merupakan hasil merger dua klub sepak bola dari Dharaka milik TNI dan Samudra Indonesia (Sindo). Klub itu mengikuti Liga 3 PSSI bersama Persid Jember. Dalam pertandingan di Stadion Jember Sport Garden Jember, Sindo Dharaka vs Persid Jember berakhir dengan skor imbang 1-1.

 

 

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Ilustrasi Penganiayaan
Perbesar
Ilustrasi Penganiayaan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Atas insiden penganiayaan wartawan beritajatim.com itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember, Aliansi Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember melontarkan kecaman keras.

"Kami mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan peristiwa itu menambah panjang daftar tindak kekerasan terhadap jurnalis di Kabupaten Jember," kata Ketua AJI Jember Friska Kalia di Jember, Kamis (5/7/2018).

Aksi kekerasan yang dialami jurnalis tersebut terekam video amatir yang diambil oleh penonton di atas tribun. Dalam video tersebut, Oryza dianiaya oleh pemain Sindo Dharaka dan salah satu oknum TNI yang terlihat memukul dan menginjak tubuh Oryza di tepi lapangan.

"AJI Jember mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas tindak kekerasan itu dan panitia pelaksana pertandingan sepak bola mengevaluasi pengamanan pertandingan, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," tuturnya.

Friska mengatakan AJI Jember juga mengimbau seluruh jurnalis untuk bekerja secara profesional dan patuh pada UU Pers, serta patuh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Sementara, Ketua IJTI Tapal Kuda Syaiful Kusmandani mendesak aparat kepolisian dan Denpom TNI segera turun tangan untuk mengusut tuntas pelaku yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis Oryza Ardiansyah tersebut.

"Kami juga mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM turun tangan mengusut tuntas tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis," tuturnya.

Sementara itu, PWI Jember mendampingi Oryza untuk melaporkan kasus kekerasan tersebut ke Mapolres Jember, agar kasus tersebut diusut tuntas. Ketua PWI Jember Sigit Edy Maryanto mendesak Denpom TNI untuk memeriksa anggotanya yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap wartawan Oryza.

"Dan meminta kepada PSSI sebagai induk sepak bola nasional menjatuhkan sanksi terhadap pemain dan klub Sindo Dharaka," ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓