1 Kru Ditemukan, Korban Selamat Tabrakan Kapal Cepat TKI di Sebatik Jadi 14

Oleh Liputan6.com pada 02 Jul 2018, 18:01 WIB
Diperbarui 02 Jul 2018, 18:01 WIB
20151220-Ilustrasi Kapal Tenggelam-AFP Photo
Perbesar
Ilustrasi kapal tenggelam dan tabrakan kapal cepat. (AFP Photo)

Liputan6.com, Nunukan - Badan SAR Nasional Kalimantan Timur-Kalimantan Utara mendapatkan laporan ada seorang penumpang tabrakan kapal cepat yang selamat. Dengan demikian, jumlah penumpang yang dinyatakan selamat sebanyak 14 orang.

Penumpang yang dilaporkan selamat itu bernama Bakkareng alias Bakka bin Yakub (42) adalah kru kapal cepat yang mengangkut puluhan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Sabah, Malaysia, yang mengalami musibah pada sekitar pukul 19.00 Wita, Jumat, 29 Juni 2018.

"Informasi itu didapat dari polisi setempat. Bakkareng telah ditemukan pada Sabtu dini hari (30 Juni 2018) di sekitar lokasi kejadian," demikian Kepala Badan SAR Nasional Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Gusti Anwar, di Balikpapan, melalui pesan tertulis, Senin (2/7/2018), dilansir Antara.

Hanya saja, kepolisian baru melaporkan kepada tim SAR. Sebab, polisi masih dalam proses pemeriksaan untuk penyelidikan kasus tabrakan kapal cepat tersebut.

Dengan begitu, jumlah penumpang yang selamat menjadi 14 orang. Mereka adalah Marwah Binti Marzuki (33), Suwarman (mandor ladang di Malaysia), Aris Bin Muh. Rasid (16), Sultan Bin Said (19), Asmar Ismail Bin Muh Rasyid (21), dan Roslan bin Nabulutuang (33).

Selain itu, Asmin bin Amir asal Kabupaten Bulukumba (24), Rikardus Uma (17), Rahul Bin Kaimuddin (18) asal Kabupaten Bantaeng, Paulus Yosep bin Yosep (25) asal Lembata NTT, Muh Faizul Bin Hasan (18), Muhammad Rasyid Bin Husen (46), Muh Amran Bin Muh Rasid (12), dan Bakkaraeng alias Bakka Bin Yakub (awak perahu cepat).

Pada hari keempat pencarian, tim SAR terus menyisir di perairan Pulau Sebatik terhadap empat korban tabrakan kapal cepat yang dinyatakan masih hilang. Keempat penumpang yang dicari adalah Olong alias Kamarul (motoris perahu cepat), Bastian (enam), Solin Kelen (23) dilaporkan hamil muda enam bulan, dan Celin Waton (empat).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

4 TKI Asal NTT Tenggelam

20151220-Ilustrasi Kapal Tenggelam-AFP
Perbesar
Ilustrasi kapal tenggelam. (AFP Photo)

Sebelumnya, sebuah kapal motor tenggelam di wilayah perairan sekitar Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Jumat malam, 29 Juni 2018. Dalam kejadian itu, ada empat TKI asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahui meninggal.

"Mereka yang meninggal di antaranya Mafia Goreti, Bian Mukin, Agustina Jawa Kelen, dan Anis," kata koordinator Bidang Humas Organisasi Forum Komunikasi Pemuda NTT di Nunukan, Feliks Kebo Keda ketika dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu, 30 Juni 2018. Feliks pun membenarkan adanya peristiwa tenggelamnya speed boat tersebut.

"Jenazah korban saat ini sedang disemayamkan di rumah warga NTT di Nunukan, kami sementara menyiapkan peti jenazah para korban ini," ia menambahkan.

Ia menjelaskan, dari informasi yang diperolehnya, korban meninggal akibat kecelakaan berupa tabrakan antara dua kapal motor jenis speed boat di perairan sekitar Pulau Sebatik. Saat itu, mereka dalam penyeberangan dari Tawau, salah satu kota di Malaysia bagian timur, menuju Nunukan pada Jumat malam.

"Speed boat yang ditumpangi para korban itu lewat jalur samping (tidak resmi) dengan memuat lebih dari 15 orang, termasuk anak-anak. Ada penumpang yang diketahui selamat," ia melanjutkan.

Ia mengatakan, empat korban meninggal dari NTT itu berasal dari Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores. Ketika itu, tim SAR bersama aparat kepolisian setempat langsung mencari terhadap korban kapal tenggelam lainnya.

"Sementara ini yang ada bersama kami ada empat warga NTT yang meninggal, sementara, satu orang dari Sulawesi. Pihak SAR dan kepolisian masih melakukan pencarian korban lainnya," dia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓