Dianggap Berjasa, Anjing Polisi Semarang Dimakamkan Secara Militer

pada 02 Jul 2018, 08:01 WIB
Diperbarui 02 Jul 2018, 08:01 WIB
20161103-Ribuan Pasukan TNI dan Polri Ikuti Apel di Silang Monas-Jakarta
Perbesar
Anggota Unit K-9 dengan anjing pelacak mengikuti apel kesiapsiagaan pengamanan tahap kampanye Pilkada Serentak 2017 di Silang Monas, Jakarta, Rabu (2/11). Apel bersama itu diikuti ribuan personil gabungan TNI-Polri. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Semarang - Anjing dianggap sebagai hewan sahabat manusia karena setia dan sangat membantu saat dibutuhkan. Oleh karena itu, tak heran jika manusia atau si pemilik anjing akan sangat kehilangan jika anjingnya itu meninggal.

Begitu juga dengan anggota Unit K9 Direktorat Samapta Bhayangkara (Ditsabhara) Polda Jateng saat kehilangan salah satu anjing terbaiknya, yang diberi nama Huba, Rabu, 27 Juni 2018.

Informasi yang dihimpun Solopos.comHuba yang telah genap berusia 8 tahun itu meninggal setelah mendapat perawatan di sebuah klinik hewan akibat sakit. Ia mengembuskan nafas terakhir, Rabu sekitar pukul 05.30 WIB.

Selama membantu kinerja Unit K9 Ditsabhara Polda Jateng, Huba telah banyak berjasa bagi tugas kemanusiaan. Ia banyak membantu polisi dalam tugas pencarian maupun penyelamatan korban bencana.

"Huba, anjing jenis Malionis ini sudah banyak berjasa membantu tugas kepolisian khususnya di bidang search and rescue (SAR). Huba turut berjasa mencari korban bencana di Kebumen, Grabag Magelang serta tanah longsor di Salem, Brebes. Tentu saja ini [kematian Huba] membuat kami kehilangan," ujar Kanit K9 Ditsabhara Polda Jateng, Ipda Henry Sulistyanta D.S., dikutip dari akun Instagram Polda Jateng di @hms_poldajateng, Sabtu, 30 Juni 2018.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasa Huba, Unit Satwa K9 Ditsabhara Polda Jateng pun menggelar upacara militer saat pemakaman Huba. Anjing penyelamat jenis Belgian Malionis itu dimakamkan di lingkungan Mako Satwa K9 Ditsabhara Polda Jateng.

 

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com di sini.

Simak video pilihan berikut ini: