Sukses

Tanpa Sakit, Begini Cara Ribuan Pria Papua Disunat

Pentingnya sunat terus disosialisasikan di wilayah Papua untuk menekan penyebaran penyakit seksual, termasuk HIV.

Liputan6.com, Jayapura - Sebanyak 1.300 an pria dewasa yang sebagian besar tersebar di Kota Jayapura, Papua, mengikuti program sunat atau sirkumsisi. Mereka disunat menggunakan alat yang disebut prepex.

Sekretaris KPA Papua, Constant Karma di Jayapura, Sabtu, mengatakan, minat pria di Papua untuk disunat meningkat karena pendekatan secara keagamaan terus dilakukan. Dengan demikian, masyarakat mengetahui pentingnya disunat dari sisi kesehatan.

"Masyarakat semakin menyadari pentingnya sunat bagi laki laki karena terkait kesehatan," ujarnya dilansir Antara, Sabtu (30/6/2018). 

Dia menambahkan saat ini pihaknya bekerja sama dengan RSUD Jayapura telah menyediakan klinik bagi masyarakat yang mau disunat menggunakan prepex.

Prepex merupakan salah satu cara sunat menggunakan alat sejenis karet yang saat pemasangan tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.

"Bagi yang ingin disunat dengan menggunakan prepex, silahkan datang ke klinik bekas igd RSUD Dok Dua setiap hari Selasa, Rabu dan Jumat, tanpa dipungut biaya," Constant menjelaskan.

Menurutnya, program sunat menggunakan alat prepex dimulai sejak 2015 lalu setelah diberi bantuan melalui Bill Clinton Foundation melalui Clinton Health Acces Initiative (CHAI) sebanyak 1.800 unit.

Harga per unit sendiri mencapai 25 dolar Amerika dan bahannya habis pakai.

"Selain di Kota Jayapura, alat tersebut bisa dipasang di Nabire dan Wamena, karena tenaga medisnya sudah dilatih terlebih dahulu, dan menyusul Merauke yang akan segera dilatih," tambah Constan.

Mantan Sekda Papua itu mengatakan, terus disosialisasikan pentingnya sunat karena dapat menekan menyebaran penyakit seksual termasuk HIV.

KPA Papua akan terus mengandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat agar makin banyak pria di Papua yang mau disunat demi kesehatannya pribadi," Constan menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.