Siasat KPU Cilacap untuk Bilik Suara Nusakambangan dan Daerah Terpencil

Oleh Muhamad Ridlo pada 25 Jun 2018, 07:31 WIB
Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Cilacap - Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pilkada Serentak 2018, Komisi Pemilihan Umum mulai mendistribusikan logistik pemilu secara bersamaan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Cilacap, Jawa Tengah.

Antara 22-24 Juni 2018, logistik pemilu didistribusikan dari kantor atau gudang KPU ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang lantas mendistribusikan ke Panitia Pemungutan Suara atau PPS di masing-masing desa.

Sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP), logistik harus diterima oleh PPS masing-masing desa sehari sebelum hari-H pemungutan suara dan mulai didistribusikan ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) atau bilik suara.

Tak dipungkiri, Cilacap memiliki wilayah yang beragam, mulai dari kepulauan hingga pegunungan. TPS untuk Pilkada Jateng 2018 pun tersebar di daerah-daerah dengan klasifikasi mudah dijangkau hingga daerah terpencil. Ada pula, TPS yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cilacap, Sigit Kwartianto mengatakan bakal mempercepat distribusi logistik Pilkada Jateng 2018 ke TPS di Nusakambangan.

Hal itu dilakukan untuk memastikan agar logistik pilkada tak terlambat diterima oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

"Medan berat yang teridentifikasi itu kan ya termasuk daerah kepulauan, seperti Nusakambangan, termasuk Kampunglaut, kemudian di daerah barat (pegunungan), Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, Gandrungmangu dan Kawunganten,”"ucapnya, Jumat, 22 Juni 2018.

Di Nusakambangan dan Kampung Laut, Cilacap, pengiriman logistik Pilkada Jateng 2018 harus dilakukan dengan perahu lantaran harus menyeberangi perairan. Adapun di pegunungan, sering kali petugas harus melewati medan berat yang hanya bisa diakses dengan sepeda motor.

 

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali, dan Sulsel di sini dan ikuti Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Non Stop hanya di liputan6.com.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

DPT Cilacap untuk Pilkada Jateng 2018

Wilayah Kampung Laut, Cilacap, diakses dengan melintasi Laguna Segara Anakan. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Wilayah Kampung Laut, Cilacap, diakses dengan melintasi Laguna Segara Anakan. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Namun, KPU tak mengatur secara teknis waktu tepat pengiriman logistik Pilkada Jateng 2018 ke daerah-daerah dengan medan berat ini. Pengiriman logistik tergantung pada kebijakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sebab, mereka lah yang paling paham kondisi lapangan.

"Secara teknis diserahkan kepada masing-masing PPK yang lebih paham," dia menjelaskan.

Terkait keberadaan TPS rawan, Sigit enggan berkomentar. Alasannya, yang mengidentifikasi TPS rawan atau tidak adalah panitia pengawas (panwas) dan kepolisian.

Adapun KPU, menurut dia adalah pelaksana pemilihan umum yang lebih berkonsentrasi untuk memastikan agar Pilkada berjalan dengan baik.

"Kalau kita kemarin mengidentifikasinya kan secara umum saja, itu pun identifikasi berkaitan dengan logistik ya," dia menerangkan.

Sigit mengemukakan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Cilacap untuk Pemilihan Gubernur Jawa Tengah mencapai 1.442.972 orang, terdiri dari 721.171 pemilih perempuan dan 721.803 laki-laki. Mereka akan menunaikan hak pilihnya di 3.233 TPS seluruh Cilacap.

Sigit menjamin, warga Cilacap yang tak masuk ke dalam DPT tetap bisa memilih pada hari H Pilkada yang dilakukan serentak pada 27 Juni 2018 dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el atau e-KTP) atau Surat KTP Sementara (Suket).

Lanjutkan Membaca ↓