Hasil Pemeriksaan Barang Bawaan Bule yang Teriak Ada Bom di Pesawat

Oleh Amar Ola KedaRita Ayuningtyas pada 21 Jun 2018, 22:02 WIB
Diperbarui 21 Jun 2018, 22:02 WIB
Ancaman Bom
Perbesar
Pesawat Wings Air saat berada di Bandara Ende, Flores, NTT. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Kupang - Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mendapat ancaman bom. Ancaman bom itu diduga dilakukan oleh seorang perempuan berkebangsaan Portugal berinisial MR alias R (52) yang saat itu berada di dalam pesawat Wings Air tujuan Denpasar, Kamis (21/6/2018).

Kapolres Manggrai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono mengatakan, kejadian itu terjadi saat boarding pesawat Wings Air tujuan Denpasar sekitar pukul 16.45 Wita.

Kejadian itu berawal saat penumpang atas nama JR, laki-laki berkebangsaan Inggris membawa boks besar berwarna kuning, sehingga memancing pertanyaan pramugari.

Ketika ditanya pramugari, JR menjawab bahwa kotak itu berisi alat-alat kamera. Namun, tiba-tiba, salah satu warga negara asing (WNA) wanita atas nama MR yang duduk di belakangnya berteriak menyebut bom.

"Teriakan tersebut juga didengar oleh ground staff bernama Arifin Karno," katanya.

Kapten pesawat kemudian memerintahkan semua penumpang agar diturunkan untuk dilakukan pemeriksaan barang bawaan kabin dan bagasi. Serta, melakukan body check secara manual.

Dari hasil pemeriksaan sementara oleh pihak Bandara Komodo yang disaksikan oleh petugas KP3 Udara Bandara Komodo Polres Manggarai Barat, isi koper tersebut adalah peralatan kamera.

"Ternyata bukan bom, isinya alat kamera," ujar Julisa.

Terkait dugaan ancaman bom yang ternyata bercanda soal bom, MR dan JR kemudian dimintai keterangan oleh personel Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat.

"Sudah berkoordinasi dengan otoritas Bandara Komodo untuk menghadirkan PPNS penerbangan dari Kementerian Perhubungan terkait penanganan selanjutnya sebagai penyidik khusus yang diberi wewenang menangani sesuai UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan," dia memungkasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Bule Berambut Pirang Iseng Teriak Bom, Penerbangan Pesawat Wings Air Tertunda

Ancaman Bom
Perbesar
Pesawat Wings Air saat berada di Bandara Ende Flores (Liputan6.com/Ola Keda)

Seorang perempuan bule iseng berteriak ada bom ketika berada di pesawat tujuan Labuhan Bajo-Bali, Kamis (21/6/2018). Akibat ulah penumpang berambut pirang itu, seluruh penumpang diminta turun dari pesawat untuk menunggu pemeriksaan dari kepolisian tuntas.

"Saya tadi naik pesawat Wings Air penerbangan pukul 16.00 Wita sekian. Setelah boarding, penumpang naik ke pesawat. Setelah sebagian penumpang duduk, tiba-tiba ada petugas bandara yang masuk periksa-periksa tas," ujar salah satu penumpang, Fernandes Nato, saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis.

Tak lama kemudian, ada pengumuman dari awak pesawat yang memohon maaf dan meminta penumpang turun semua. Alasannya, karena ada masalah teknis.

"Indikasinya ada yang teriak bom. Turis perempuan. Rambutnya pirang. Tadi saya lihat dia diperiksa polisi di ruangan petugas bandara," kata Fernandes.

Pegawai swasta itu mengatakan, belum ada kepastian tentang pemberangkatan pesawat tersebut ke Bali. Penumpang masih diminta menunggu di Bandara Komodo, Labuhan Bajo.

Fernandes sendiri berencana balik ke Jakarta dari Labuhan Bajo via Bali. 

Kepolisian dan pihak Wings Air sendiri belum mengonfirmasi hal tersebut. Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast mengaku baru mencari informasi soal insiden ini.

"Saya cek dulu ya," kata Abast kepada Liputan6.com.

Sementara, pihak Wings Air yang diwakili oleh Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membenarkan hal tersebut.

"Benar pada Wings Air penerbangan bernomor IW1899 rute Labuhan Bajo menuju Denpasar. Ada seorang penumpang yang menginformasikan ada bom di dalam salah satu barang bawaan.

Lanjutkan Membaca ↓