Turis Prancis Jadi Korban Ulah Bejat Pemandu Wisata Lepas di Labuan Bajo

Oleh Amar Ola Keda pada 21 Jun 2018, 05:02 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 17:05 WIB
Pemerkosaan

Liputan6.com, Kupang - Citra pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Labuan Bajo, tercoreng.

Hal ini dikarenakan ulah bejat seorang pria, warga lokal yang diduga memperkosa perempuan asal Prancis di Labuan Bajo.

Pria lokal berinisial A ini diketahui sebagai pemandu wisata lepas. Ia melancarkan aksi bejatnya usai mengantarkan wanita asal Prancis berinisial MB (22) menikmati keindahan objek wisata air terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat.

Wisatawan asing itu terpaksa melayani nafsu bejat sang pemandu lantaran diancam akan diperkosa beramai-ramai oleh pemuda mabuk.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, mengatakan pihak kepolisian sedang mengejar pelaku.

Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa, 12 Juni 2018, pukul 16.30 Wita. Kasus dugaan pemerkosaan oleh pemandu wisata lepas di Labuan Bajo itu kemudian dilaporkan ke kepolisian, Rabu (13/6/2018) pukul 15.00 Wita.

"Kami masih mengejar pelaku," ucap Julisa kepada Liputan6.com, Rabu, 20 Juni 2018.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Kronologi Pemerkosaan

Labuan Bajo
Wisatawan asing berpose di Labuan Bajo (Liputan6.com/Ola Keda)

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, menjelaskan kejadian itu bermula pada Selasa, 12 Juni 2018, pukul 12.00 Wita. Saat itu, korban dan pelaku bersepakat menuju air terjun Cunca Wulang dengan menggunakan sepeda motor.

Sepulang dari lokasi air terjun, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan. "Korban menolak ajakan pelaku, tetapi pelaku mengancam," kata Julisa.

Ancamannya, yakni jika perempuan wisatawan itu tidak mau berhubungan badan, maka pelaku akan memanggil teman-temannya untuk memperkosa korban.

"Dengan terpaksa korban mengikuti ajakan pelaku untuk berhubungan badan di hutan. Pelaku merupakan guide freelance inisial A," ujarnya.

Pelaku saat itu mengendarai sepeda motor. Pelaku mengajak dan memaksa korban berhubungan badan dalam perjalanan pulang dari Cunca Wulang menuju Labuan Bajo.

"Sebelumnya mereka bertemu dengan beberapa orang yang sedang mabuk," jelas dia.

Saat pelaku mengajak korban berhubungan badan, pelaku menakut-nakuti korban dengan mengancam untuk memanggil orang yang mabuk tadi.

Karena takut, korban akhirnya mengikuti keinginan pelaku. Lalu, aksi tidak senonoh itu berlangsung di semak belukar. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku mengantar korban ke salah satu hotel tempat korban menginap.

Ketika tiba di hotel, pelaku meminta lagi korban untuk berhubungan badan. "Korban terpaksa melayani lagi kemauan pelaku di hotel," ucap Julisa.

Korban yang mengalami depresi kemudian meminta untuk diantarkan ke salah satu rumah sakit di Labuan Bajo. Pelaku mengantarnya, tapi kemudian melarikan diri.

"Dari hasil pemeriksaan, korban mengaku tidak bisa melawan pelaku karena pelaku mengancam akan memanggil teman lainnya untuk memperkosa korban," Julisa memungkasi.

Lanjutkan Membaca ↓