Pertahankan Tas dari Begal, Gadis Makassar Nyaris Kehilangan Hidung

Oleh Fauzan pada 19 Jun 2018, 03:02 WIB
Diperbarui 19 Jun 2018, 03:02 WIB
Pertahankan Tas dari Begal, Gadis Makassar Nyaris Kehilangan Hidung
Perbesar
Dian Anggraeni Hartono sebelum menjadi korban also brutal begal di Makassar (Facebook Dian Hartono/Fauzan)

Liputan6.com, Makassar - Begal atau penjahat jalanan di Makassar memakan korban, Senin, 18 Juni 2018. Begal itu beraksi di Jalan Hertasning Baru, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan. Kali ini, ia menyasar seorang gadis.

Dian Anggraeni Hartono, sang gadis yang berpenampilan menarik dalam usianya ke-26. Ia nyaris jadi korban begal setelah turun dari bus. Menurut Kapolsek Rappocini, Kompol Edhy Supriady, kejadian berlangsung saat Subuh ketika kondisi jalanan masih sepi.

"Kemungkinan korban ini balik dari mudik di Kota Palopo," kata Kompol Edhy Supriady kepada Liputan6.com.

Polisi menduga komplotan penjahat jalanan itu beraksi lebih dari satu orang. Mereka memegang senjata tajam, antisipasi jika korbannya melawan. Saat beraksi, komplotan ini sengaja menunggu di pinggir jalan yang sepi.

"Korban yang baru turun dari bus dihampiri. Tas hendak direbut. Korban sempat mempertahankan, maka ia dibacok," kata Kapolsek.

Akibatnya, Dian menderita luka parah di wajahnya. Selain luka sabet di dahi, hidungnya juga nyaris putus. 

"Lukanya cukup parah, beruntung dia cepat dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina," kata Edhy.

Dian ditolong tim medis RS Grestelina. Korban begal itu harus merelakan hidungnya yang mancung kini berbalut perban.

Saksikan video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Polisi Kejar Pelaku Begal

Pertahankan Tas dari Begal, Gadis Makassar Nyaris Kehilangan Hidung
Perbesar
Kondisi Dian Anggraeni Hartono setelah dibegal doni hari tadi. (Liputan6.com/Fauzan)

Usai kejadian, keluarga Dian langsung melapor ke Polsek Rappocini. Polsek Rappocini langsung mengerahkan Tim Khusus untuk menyelidiki kasus kekerasan jalanan ini. 

"Tadi pagi keluarga korban sudah melapor. Tim Khusus sementara bekerja, semoga pelaku cepat tertangkap," kata Edhy. 

Edhy mengungkapkan ciri-ciri fisik komplotan penjahat jalanan itu sudah diketahui. Tentu, berdasar keterangan Dian saat melengkapi laporannya.

Salah seorang kerabat Dian Anggraeni Hartono menyebutkan kondisi Dian sudah membaik. Tak dirinci bagaimana kondisi sebelum dan sesudah peristiwa itu berlangsung. Tak dijelaskan pula kondisi psikologis Dian. Namun, secara umum disampaikan kondisinya membaik.

"Alhamdulillah sudah pulang ke rumahnya," kata kerabat Dian.

Membaiknya kondisi Dian ini disertai harapan agar polisi bisa segera menangkap komplotan begal tersebut.

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓