Masalah Sepele Berujung Bentrokan Warga di Kupang Timur, 1 Rumah Terbakar

Oleh Amar Ola Keda pada 12 Jun 2018, 09:02 WIB
Diperbarui 12 Jun 2018, 09:02 WIB
Bentrokan warga eks Timor Timur
Perbesar
Ratusan warga Eks Timor Timur menggelar demontrasi di depan kantor Gubernur NTT, beberapa waktu lalu (Liputan6.com//Ola Keda

Liputan6.com, Kupang - Bentrokan antara warga eks Timor Timur (Timtim) dengan warga lokal terjadi di Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat orang terluka terkena sabetan benda tajam dan satu rumah terbakar dalam peristiwa pada Senin dini hari, 11 Juni 2018.

Polisi dan TNI yang diterjunkan ke lokasi bentrokan kini sudah berhasil mengendalikan keamanan di Tuapukan.

"Situasi keamanan di daerah itu sudah terkendali. Kepolisian bersama TNI telah mengendalikan situasi sehingga bentrokan tidak meluas," kata Kasubag Humas Polres Kupang, Iptu Simon Seran.

Simon mengatakan, kepolisian mengerahkan anggota Brimob dan dibantu anggota Polda NTT serta TNI AD untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian. Bentrokan antar-warga yang menggunakan senjata rakitan, benda tajam, dan anak panah itu akhirnya bisa dikendalikan.

Dalam kejadian itu, empat warga luka serius akibat terkena sabetan benda tajam serta satu rumah warga terbakar. Simon membantah berbagai informasi yang beredar tentang adanya dua warga yang tewas dalam peristiwa itu.

"Informasi bahwa ada dua warga yang meninggal adalah tidak benar. Hanya ada empat orang yang luka-luka dan sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat," kata Simon.

Kepolisian, kata dia, masih terus berjaga di permukiman warga eks Timtim maupun warga lokal di Tuapukan, 30 km arah timur Kota Kupang, sebagai antisipasi terjadinya bentrokan susulan.

"Kepolisian dan TNI masih bersiaga di lokasi bentrokan. Secara umum situasi keamanan di Tuapukan sudah dalam kondisi aman dan kondunsif," tegasnya.

Menurut Simon, aparat Kepolisian Polres Kupang masih mendalami penyebab terjadinya bentrokan antara warga itu. Kendati demikian menurut dia, bentrokan itu diduga akibat adanya masalah sepela antara warga lokal dengan warga eks Timtim.

Saksikan video pilihan berikut ini: