Kunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela, Sinta Nuriyah Wahid Bertemu Keluarga Korban Bom

pada 08 Jun 2018, 18:30 WIB
Sinta Nuriyah Wahid Mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela

Surabaya - Istri almarhum presiden ke empat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), salah satu gereja lokasi insiden ledakan bom di Surabaya, Jumat (8/6/2018).

Pantauan Suarasurabaya.netkedatangannya disambut baik oleh pengurus gereja dari SMTB, gereja GKI, gereja Pantekosta, dan beberapa korban ledakan bom.

Di hadapan para pengurus gereja dan beberapa korban, Sinta Nuriyah menyampaikan rasa belasungkawanya atas peristiwa ledakan bom yang terjadi di Surabaya. Dia juga sangat menyesalkan atas perbuatan pelaku yang menurutnya sangat tidak manusiawi dan melukai banyak orang, terutama melibatkan anak-anak.

"Kami ikut prihatin, dan menyesalkan perbuatan yang sangat tidak manusiawi ini. Saya rasa tidak hanya gereja ini yang berduka. Tapi kami semua juga merasakan kedukaan yang sama atas terjadinya musibah seperti ini," kata Sinta.

Sinta Nuriyah berharap, dari peristiwa itu masyarakat tidak tergoyahkan rasa imannya kepada Tuhan yang Maha Esa. "Kami hanya bisa menyampaikan rasa duka dan mengharapkan yang jadi korban diterima di sisi Tuhan. Keluarganya juga diberikan ketabahan," tuturnya.

 

Baca berita menarik lainnya dari Suarasurabaya.net di sini.

 

Banjir, Gladi UN Sekolah di Wates Gagal
2 of 2

Proses Penguatan Iman

Sinta Nuriyah Wahid Mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela
Sinta Nuriyah Wahid mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), salah satu gereja lokasi insiden ledakan bom di Surabaya, Jumat (8/6/2018). (Suarasurabaya.net/Istimewa)

Sementara itu, Romo Kurdo Irianto mengaku senang dan berterima kasih atas kunjungan istri almarhum Gus Dur itu. Menurutnya, Sinta merupakan sosok ibu yang bisa merasakan kepedihan mendalam, yang dirasakan oleh para korban yang terdampak ledakan bom.

Berbeda dengan pelaku, kata Romo Kurdo, tidak mencerminkan sebagai sosok ibu yang seharusnya mengasihi anak-anaknya.

"Saya juga heran dengan pikiran seorang ibu yang mengajak anaknya untuk melakukan bom bunuh diri. Padahal, ibu itu membentuk anak-anaknya untuk mengasihi. Tapi mengapa ini justru sebaliknya," kata dia.

Namun secara umum, Romo Kurdo mengakui kini kondisi para jemaat gereja sudah membaik seperti biasanya. Meski, ada beberapa jemaat yang memang masih dalam masa pemulihan. Baginya, insiden ledakan bom itu bukanlah sebuah bencana yang harus diratapi, tetapi sebagai peristiwa iman.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓