Nenek Pedagang Sembako Menangis Meraung-raung Usai Kecurian ke-5 Kali

pada 07 Jun 2018, 00:03 WIB
Diperbarui 07 Jun 2018, 00:03 WIB
Usai Kecurian ke-5 Kali, Mbah Pedagang Sembako Menangis Meraung-raung
Perbesar
Tangisan mbah pedagang sembako di Karanganyar menghebohkan warga satu pasar. (KRJogja.com/Abdul Alim)

Karanganyar - Pedagang sembako Pasar Nglano, Mukinem (75) menjadi korban pencurian di lapak jualannya, Senin, 4 Juni 2018. Si pencuri memanfaatkan kelengahan simbah yang sedang sibuk melayani pelanggan.

"Tas keranjang tadi isinya duit delapan juta tunai. Ada Rp 1 juta yang berisi pecahan seribuan dan dua ribuan. Udah hilang semua tinggal tasnya," ucap Mukinem.

Kepanikan pedagang asal Desa Jati, Jaten ini mengundang kegaduhan seisi pasar. Mukinem menangis meraung-raung. Setelah ditenangkan pedagang lainnya, ia mulai menceritakan kronologis kejadian.

"Ada orang berperawakan tinggi besar lewat depan kios. Tapi saya enggak curiga. Tas isi dompet uang ada di dalam kios. Sedangkan, saya melayani pembeli di lapak los depan," katanya.

Ia menduga si pencuri memanfaatkan kesempatan kios korban tanpa pengawasan saat pemiliknya repot melayani pelanggan. Kejadian ini bukan kali pertama dialami Mbah Mukinem.

"Simbah itu belum tiga bulan ini juga kecurian di depan pasar. Yang hilang KTP dan surat lainnya serta uang segitu juga (Rp 8 juta). Ada lima kali simbah kecurian di sini. Di sini memang harus jaga diri masing-masing," kata pedagang lain, Larni.

Kegaduhan itu bertepatan sidak harga sembako Forkopimda Karanganyar yang dipimpin Sekda Samsi. Wakapolres Karanganyar Kompol Dyah Wahyuning Hapsari ikut menenangkan korban. Ia lalu memerintahkan Reskrim Polsek Tasikmadu mengusut tuntas aksi si tangan jahil.

"Kepada penjual maupun pembeli supaya berhati-hati membawa uang. Ini jelang lebaran, waspadai aksi-aksi kriminalitas di pasar tradisional. Apabila membutuhkan pengamanan, kita siap membantu," katanya.

Baca berita menarik KRJogja.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan berikut ini: