Alasan Tersangka Peracik Bom Unri Tak Penuhi Permintaan Penyerang Mapolda Riau

pada 04 Jun 2018, 09:45 WIB
Diperbarui 06 Jun 2018, 09:13 WIB
Densus 88 Geledah BEM FISIP Universitas Riau

Pekanbaru - Syahrul Mubarak, Ketua Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Sakai FISIP Universitas Riau (Unri) 2006-2008, masih ingat peristiwa penyerangan Mapolda Riau oleh empat penyerang kelompok Jemaah Ansharut Daulad (JAD) Dumai yang dipimpin Pak Ngah alias Mursalin alias Ical.

Ketika itu, cerita Syahrul secara khusus kepada Riauonline.co.id, gerak-gerik peracik bom dengan kualitas daya ledak tinggi, Muhammad Nur Zamzam (MNZ) alias Zega, sudah mencurigakan.

"Apalagi, di depan kawan-kawan ia memperlihatkan peledak dengan ukuran sangat kecil. Ia main-mainkan dan ia ledakkan. Memang bunyi kecil, lebih besar daripada mercon. Tapi kita sudah ingatkan, jangan kau bawa barang itu (bom) ke kampus (Universitas Riau)," ucap Syahrul, mengenang peristiwa sebelum Ramadan lalu.

Mapolda Riau, Rabu, 16 Mei 2018, diserang oleh lima orang menggunakan kendaraan Toyota Avanza. Empat penyerang dari kelompok JAD tewas bersinbah darah usai ditembak kepolisian. Adapun seorang lainnya, ditangkap hidup-hidup.

Adapun seorang anggota Polantas Polda Riau, Ipda Auzar menjadi korban tabrak mobil teroris. Dua wartawan juga ikut jadi korban serta dua polisi mengalami luka hunusan pedang.

Terlontarlah dari mulut Zega, tutur Syahrul, sebelum penyerangan Mapolda Riau, Pak Ngah sempat menghubungi dirinya meminta bom yang sudah berhasil dirakitnya. Namun, permintaan itu tak dikabulkan karena tak ada perintah atau izin dari Amir Zega.

"Ketika itu, kami setengah percaya dan tidak, Zega mengatakan, teroris penyerang Mapolda Riau sempat hubunginya untuk meminta bom guna bunuh diri menyerang Mapolda Riau," kata Syahrul, Sabtu malam, 2 Juni 2018.

Ia juga memprediksi, tinggal menunggu waktu saja, Zamzam ini dibekuk Densus 88 Anti-Teror di Universitas Riau. "Kami sudah memprediksi, tinggal menunggu waktu saja Densus 88 datang dan menangkap Zega," ujarnya.

Baca berita menarik dari Riauonline.co.id lain di sini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 of 2

Zamzam, Tersangka Otak Perakitan Bom di Universitas Riau

Densus 88 Geledah BEM FISIP Universitas Riau
DENSUS 88 dan Brimob memasang garis polisi di sekitar Gelanggang Mahasiswa FISIP Unri, Sabtu, 2 Juni 2018. (Riauonline.co.id)

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Zamzam merupakan otak dari perakitan bom untuk diledakkan di DPRD Riau dan DPR RI sekaligus jaringan JAD.

"Tersangka MNZ terkait jaringan Batty Bagus Nugraha alias Kholid, kelompok JAD yang tewas dalam penangkapan kelompoknya di Bekasi dan JAD Pekalongan, Minggu 13 Mei 2018 di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat," ujar Setyo kepada wartawan di lobi Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu, 3 Juni 2018.

Kemudian Zamzam, imbuh Setyo, juga terkait dengan Kholis alias Ibad alias Jundi yang ditangkap pada 19 Januari 2016. Tidak hanya itu, Zamzam juga terkait dengan jaringan terorisme dipimpin Pak Ngah, kelompok penyerang Mapolda Riau, Rabu 16 Mei 2018.

"Tersangka mengakui bahwa sebelum penyerangan Polda Riau, Pak Ngah dan kelompoknya pernah memesan untuk dibuatkan bom, kepada bersangkutan," tuturnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris dari Kampus Universitas Riau, Kota Pekanbaru, Sabtu. Dalam penangkapan itu, Densus 88 menyita sejumlah barang yang diduga bom.

"Terduga tiga orang (teroris) yang berhasil diamankan itu, yaitu berada di Kampus Unri," kata Kapolda Riau Irjen Nandang. Ketiganya, selain MNZ, ada B, lulusan Administrasi Negara FISIP Universitas Riau dan K, lulusan Komunikasi FISIP Unri.

Lanjutkan Membaca ↓