Es Tapai Bakung Cirebon Pelepas Dahaga Saat Berbuka Puasa

Oleh Panji Prayitno pada 31 Mei 2018, 09:01 WIB
Diperbarui 31 Mei 2018, 09:01 WIB
Es Tape Bakung Cirebon Pelepas Dahaga Saat Berbuka Puasa
Perbesar
Es tapai bakung salah satu menu pilihan masyarakat Cirebon saat berbuka puasa. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Beragam jenis hidangan banyak tersaji menjelang berbuka puasa di Cirebon, Jawa Barat. Salah satunya adalah es tapai bakung khas Cirebon.

Makanan olahan khas warga Desa Bakung, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon ini juga banyak diburu warga saat ngabuburit.

"Kalau hari biasa buka pukul 10.00 WIB dan puasa buka mulai pukul 14.00 WIB itu langsung habis pukul 17.00 WIB," ucap salah seorang penjual es tapai bakung Cirebon, Maman, Selasa, 29 Mei 2018.

Aroma manis dan segar dari tiap gelas es tapai membuat warga rela mengantre. Paduan air gula dengan air tapai bakung ini membuat penikmat kuliner tradisional ingin menambah lagi.

Tiap tegukan es tapai bakung tersebut seakan menjadi pelepas dahaga saat berbuka puasa. Rasa manis yang pas, seakan membuat kita tak bisa beranjak alias gagal move on.

Dia mengatakan, es tapai bakung yang dijualnya tersebut sejak tahun 1982. Saat itu, Murani ayah Maman menjadi salah satu orang yang rela berjualan keliling.

"Sekarang sudah menetap dan diteruskan sama saya," ujarnya.

Es tapai bakung milik Maman kini menetap di Jalan KS Tubun, Kota Cirebon. Makanan olahan tradisional ini tak pernah sepi pembeli, bahkan kerap dipadati pengendara yang lewat.

Dia mengakui, di hari biasa, es tapai yang dijual Rp 200 per gelas ini selalu ramai khususnya pada siang hari. Di bulan Ramadan ini, Maman mengaku tidak kalah ramai dibandingkan hari biasa.

"Lebih ramai kalau hari biasa per harinya bisa 500 gelas. Nah, bulan Ramadan bisa 600 gelas per hari, buka jam 2 siang jam 5 sore sudah habis," sebut Maman.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Daun Katuk dan Ragi

Es Tape Bakung Cirebon Pelepas Dahaga Saat Berbuka Puasa
Perbesar
Es tapai bakung salah satu menu pilihan masyarakat Cirebon saat berbuka puasa. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Produk olahan beras ketan tersebut kini menjadi makanan khas Cirebon yang memiliki nilai jual tinggi. Pembuatan tapai ketan bakung masih dengan peralatan tradisional.

Dia mengatakan, tapai ketan bakung di Kecamatan Jamblang ini menggunakan bahan dasar beras ketan putih dengan penambahan air dicampur ragi, sari daun katuk serta dibungkus daun pisang.

Ini agar tapai ketan yang dihasilkan memiliki warna yang cantik, yaitu berwarna hijau muda.

"Ini yang membedakan dengan tapai di daerah lain dari rasa dan aroma manisnya tercium," sebut dia.

Dia menjelaskan, tapai ketan bakung tersebut memiliki rasa manis yang legit. Rasa manis yang dihasilkan bukan berasal dari pemanis buatan, tapi dari hasil fermentasi tapai itu sendiri dan penggunaan ragi.

Ia menambahkan, sebagian warga Desa Bakung Cirebon hidup dari hasil memproduksi makanan tapai ketan. Seiring dengan perkembangan zaman, warga setempat berjualan es tapai khas Bakung Cirebon.

"Banyak warga pembuat tapai juga menjual tapainya ke toko oleh-oleh, bahkan kirim sendiri ke pelanggannya," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓