Monyet Berulah Sepanjang Waktu, Ibadah Puasa Warga Meranti Terganggu

Oleh M Syukur pada 29 Mei 2018, 03:02 WIB
Ilustrasi Monyet (iStock)

Liputan6.com, Pekanbaru - Masyarakat di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengeluh karena listrik sering padam tanpa pemberitahuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Pihak PLN juga pusing menghadapinya karena pemadaman bukan disengaja.

Padamnya listrik ini karena ulah segerombolan monyet di kawasan tersebut, tepatnya di gardu serta tiang-tiang bertegangan tinggi. Mereka nekat memanjatnya meski terkadang kehilangan nyawa akibat tegangan listrik tinggi.

Ulah monyet yang kemudian membuat PLN jadi sasaran ini membuat geram beberapa petinggi di Negeri Sagu. Seperti yang disampaikan staf ahli Bupati Kepulauan Meranti, Askandar.

Dia menyebut padamnya listrik terjadi sejak awal Ramadan. Hal itu dinyatakannya sangat mengganggu karena hampir sebagian besar wilayah di kecamatan tersebut listrik padam berulang kali dalam sehari.

"Sejak pagi listrik padam. Setelah nyala sekitar 30 menit, lalu padam lagi lebih 1 jam. Kondisi seperti ini sering dirasakan dan membuat peralatan elektronik rusak," katanya kepada wartawan, Senin, 28 Mei 2018.

Dia sempat berujar, puasa masyarakat di sana, terutama di sekitaran Gogok, Insit, dan Mantiasa, menjadi tak sempurna karena sering mengeluarkan sumpah serapah kepada PLN.

"Tak sempurna puasa jadinya, karena mengumpat (sumpah serapah)," ujarnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti M Tartib, meminta PLN Rayon Selatpanjang mengkaji ulang jalur di Tebingtinggi Barat. Ini perlu dilakukan agar saat terjadi gangguan tak berdampak pada banyak desa.

"Tak sedikit warga Tebingtinggi menyampaikan keluhan karena seringnya padam listrik secara tiba-tiba," ucapnya.

Tartib memang mendapat kabar dari PLN bahwa listrik padam karena gangguan seperti segerombolan monyet, orang iseng, dan layang-layang usai penyambungan ke Tanjungperanap dan Mengkikip.

"Harus ada solusi konkretlah. Jangan sampai mengganggu ibadah, apalagi pas bulan puasa ini," kata Tartib.

Dihubungi terpisah, supervisor Teknik PLN Rayon Selatpanjang, Sugianto membenarkan gerombolan monyet yang sering memanjat jaringan. "Di sana memang sangat rawan monyet, terutama pada waktu pagi, siang, dan sore," katanya.

Sebagai antisipasi, PLN memasang grip dan minyak pelumas di tiang supaya licin dan tak dipanjat monyet lagi. Namun yang namanya monyet, selalu punya akal meski mengancam nyawanya.

"Pindah pula ke tempat lain. Ada juga monyet yang meloncat dari pohon ke jaringan," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: