Lirik Potensi Sungai Musi, Menhub Budi Ingin Hadirkan Bus Air di Palembang

Oleh Nefri Inge pada 27 Mei 2018, 20:02 WIB

Diperbarui 29 Mei 2018, 19:13 WIB

Lirik Potensi Sungai Musi, Menhub Budi Ingin Hadirkan Bus Air di Palembang

Liputan6.com, Palembang - Sebagai putera daerah Sumatera Selatan (Sumsel), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sangat mengetahui besarnya potensi wisata Sungai Musi, terutama di Kota Palembang.

Saat meninjau Light Rail Transit (LRT), Menhub Budi melirik pengembangan pariwisata Sungai Musi. Salah satu keinginannya untuk menghadirkan angkutan sungai, yaitu bus air.

"Sungai Musi adalah salah satu wajah dan permukiman warga Palembang dan Sungai Musi sangat menarik jika wisatawan diajak naik bus air. Ini juga bisa menjadi angkutan publik," ucap dia kepada Liputan6.com, usai melakukan uji coba dinamis LRT Palembang, di stasiun LRT Jakabaring, Minggu (27/5/2018).

Angkutan bus air sendiri, lanjut dia, memang belum terlalu dikenal masyarakat Indonesia. Namun, bisa menjadi alternatif angkutan moda warga Palembang di jalur perairan Sungai Musi.

Selain bisa meningkatkan pariwisata perairan, Bus Air Sungai Musi juga menjadi sarana angkutan moda cepat dan bisa menekan angka kemacetan kendaraan darat di Palembang.

"Nanti akan kita bahas lagi untuk penggunaan Bus Air disini. LRT bisa sebagai main transportasi, diikuti angkutan moda lainnya. Ini bisa dikolaborasikan dengan baik," ujarnya.

Jenis angkutan perairan lainnya yang masih digunakan di Sungai Musi adalah ketek atau jukung. Menhub Budi juga sangat mengapresiasi masyarakat Sumsel yang masih terus melestarikan angkutan tradisional ini.

Kapal ketek, lanjut dia, merupakan salah satu kearifan lokal yang masih banyak diminati masyarakat Sumsel. Terutama bisa menempuh beberapa kawasan terpencil di sejumlah kabupaten di Sumsel.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Nasib Angkutan Perkotaan

Lirik Potensi Sungai Musi, Menhub Budi Ingin Hadirkan Bus Air di Palembang
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berbincang dengan para penumpang kapal tradisional Sungai Musi. (Liputan6.com/Nefri Inge)

"Tadi saya bertanya beberapa kapal kecil menempuh perjalanan yang panjang dari 2-7 jam. Perjalanan yang cukup panjang. Ini satu kearifan lokal, Kemenhub dan pemerintah daerah selalu memberikan perhatian khususnya berkaitan dengan keselamatan," katanya.

Sementara untuk angkutan perkotaan lainnya, Kemenhub juga akan berupaya untuk melakukan revitalisasi angkutan perkotaan. Banyaknya angkutan kota yang sudah tidak layak pakai, kemungkinan tidak akan digunakan lagi.

Namun, Menhub masih akan mempertahankan beberapa jenis angkutan moda yang masih banyak digunakan warga Palembang, terutama yang jalurnya belum bisa dijangkau oleh LRT.

"Seperti keberadaan Light Rail Transit (LRT) juga, bisa iya bisa tidak (dikurangi jumlah angkutan moda). Kendaraan yang sudah tua juga akan perlahan kita ganti," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓