Jelang Berbuka Puasa, Warga Konawe Utara Diterjang Banjir Bandang

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 21 Mei 2018, 22:02 WIB
Diperbarui 21 Mei 2018, 22:02 WIB
Banjir Bandang di Konawe Utara
Perbesar
Banjir bandang di Konawe Utara. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Konawe Utara - Hujan deras mengguyur Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara,  selama 9 hari. Tumpahan air ini menyebabkan sungai-sungai tidak mampu menampungnya, sehingga banjir bandang pun tak terhindarkan. Sebanyak 7 rumah hanyut diterjang banjir bandang di Desa Landawe dan Polora, Kecamatan Langgikima, Senin (21/5/2018).

Tidak hanya itu, sebanyak 80 rumah tenggelam hingga menyentuh garis atap. Sisanya, sebanyak 20 rumah terendam air hingga ketinggian 2 meter.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin mengatakan banjir bandang datang secara tiba-tiba, menghantam dua desa itu. Sebelum waktu berbuka puasa, banjir tiba-tiba datang dan menghanyutkan beberapa rumah warga.

"Beruntung tidak ada korban jiwa, karena begitu air sudah mulai menggenangi desa, kami sudah meminta kepada tim bergerak cepat," ujar Ruksamin.

Dari penjelasan Ruksamin, rumah yang hanyut berada di Kecamatan Oheo dan Langgikima. Keduanya merupakan desa yang terkena banjir bandang paling parah.

"Desanya memang berada di posisi daerah rendah," katanya.

Simak video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Jalur Menuju Sulawesi Tengah Putus

Banjir Bandang di Konawe Utara
Perbesar
Jalur jalan yang menghubungkan Konawe Utara dan Sulawesi Tengah putus. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Jalur jalan nasional yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah putus total. Informasi yang berhasil dihimpun, jalan raya digenangi air hingga ketinggian dua meter.

"Lokasinya berada di Desa Kecamatan Oheo dan Kecamatan Langgikima sudah tidak bisa dilewati air," ujar Humas SAR Kendari, Wahyudi.

Wahyudi menjelaskan, transportasi lumpuh total di Desa Tinondo dan Polora Kecamatan Langgikima, tinggi air mencapai 2,5 meter. Tercatat, sebanyak 5 titik di dua desa itu.

"Saat ini, warga langsung menggunakan rakit menggunakan bambu untuk kendaraan motor. Sedangkan untuk mobil putus total," kata Wahyudi.

Panen Padi Gagal Total

Desa Landawe dan Polora dikenal sebagai wilayah penghasil beras, kedelai, dan jagung. Ratusan hektare lahan persawahan, siap panen pada Juni mendatang.

Dengan terjadinya banjir ini, ratusan hektare sawah yang ditanami padi, perkebunan kedelai, dan jagung terancam gagal panen. Informasi dari Bupati Konawe Utara, semua lahan padi di wilayah itu terendam banjir.

"Tadi saya cek, saya sudah tidak lihat sawah-sawah itu," kata Bupati Konawe Utara.

Pihaknya juga meminta kepada sejumlah petani di desa lain agar cepat melakukan panen jika sudah siap. Sebab, menurut Bupati, kondisi alam tidak memungkinkan untuk menunda panen.

"Langit masih mendung, gelombang laut juga setinggi 2-3 meter," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya