Ancam Buat Rusuh Tarakan, Santri di Gresik Hadapi Densus 88

Oleh Abelda Gunawan pada 18 Mei 2018, 11:32 WIB
Diperbarui 18 Mei 2018, 11:32 WIB
Pistol Mainan
Perbesar
Ilustrasi Foto Pistol Mainan (iStockphoto)

Liputan6.com, Balikpapan – Detasemen Khusus Anti Teror 88 (Densus 88) menangkap seorang santri pondok pesantren di Gresik, Jawa Timur, berinisial AS (23), Kamis, 17 Mei 2018, pukul 12.30 Wita. Pria asal Tarakan, Kalimantan Utara itu membuat video ancaman sambil menunjukkan pistol revolver, delapan butir peluru, serta senjata tajam.

"Sudah hari Rabu lalu tersebar video ancaman ini di media sosial. Dia mengancam akan membuat teror di Tarakan," kata Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyawan, kemarin.

Ancaman itu ditanggapi serius. Yudhistira lalu memerintahkan personelnya menelusuri asal-usul akun media sosial penyebar video ancaman ini.

Namun belum juga terkuak keberadaannya, ia menyebutkan personel Densus 88 lebih dulu membekuk terduga teror di Kelurahan Karanganyar, Tarakan Barat.

Yudhistira mengatakan, tersangka teror sudah dua tahun terakhir menuntut ilmu di salah satu ponpes di Gresik. Selama bulan Ramadan ini, ia menyebutkan, terduga teror pulang ke kampung halamannya di Tarakan.

"Densus membawa tersangka ke Polres Tarakan untuk diperiksa, selanjutnya sudah diterbangkan ke Jakarta siang ini (kemarin)," katanya.

Polres Tarakan melanjutkan penyidikan dengan memeriksa tempat kejadian perkara dengan menyita bendera hitam bertuliskan bahasa Arab berikut buku buku soal agama. Polisi juga memeriksa keluarga tersangka teror guna mengetahui proses radikalisme AS.

"Kami tentunya juga langsung meningkatkan kewaspadaan dengan bersiaga di obyek vital dan patroli cyber," ujar Yudhistira.

Saksikan video pilihan berikut ini: