Begini Cara Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Menentukan Awal Puasa Ramadan

Oleh Liputan6.com pada 15 Mei 2018, 11:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2018, 11:00 WIB
Tarekat Naqsabandiyah
Perbesar
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Padang, Sumatera Barat, merayakan Idul Adha pada hari ini, Sabtu (10/9/2016).

Liputan6.com, Padang - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah, Sumatera Barat, mulai melaksanakan puasa Ramadan 1439 Hijriah pada Selasa dan telah melaksanakan salat tarawih, Senin malam, 14 Mei 2018.

"Kami mengambil berdasarkan sistem hisab berdasarkan malam saat Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah," kata pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Sumbar, Syafri Malin Mudo, di Padang, Selasa (15/5/2018), dilansir Antara.

Perhitungannya awal waktu Ramadan, kata dia, dihitung saat Rasulullah hijrah pada Rabu petang dan malam Kamis. Artinya, satu hari puasa dihitung berdasarkan malam Nabi hijrah.

Jemaah Naqsabandiyah akan berpuasa Ramadan yang digenapkan hingga 30 hari. Selanjutnya, mereka akan berpuasa Syawal selama enam hari. Sementara, 1 Syawal 1439 H menurut perhitungan jemaah Naqsabandiyah akan jatuh pada 13 Juni 2018.

Khusus untuk pelaksanaan salat tarawih, Subuh dan Idul Fitri akan dipusatkan di Musala Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh Padang.

Dia menegaskan Naqsabandiyah tidak memiliki perbedaan dengan tarekat mana pun dan semua bebas ikut salat Tarawih atau Subuh berjemaah. Salat Tarawih tetap dilaksanakan dengan 23 rakaat dan 12 kali salam, serta salat Id dengan 12 kali takbir.

Menurut dia, 12 kali takbir itu bagian dari 12 bulan dalam satu tahun Hijriah.

Terkait kemungkinan adanya perbedaan pelaksanaan puasa Ramadan dengan pemerintah dan organisasi Islam lainnya, Syafri menghormatinya sebagai kekayaan pemikiran dan tetap mengajak untuk melaksanakan puasa dengan khusyuk dan sungguh-sungguh.

Saksikan video pilihan berikut ini: