Peneliti UGM Sebut Sambal Bakal Jadi Simbol Kuliner Tanah Air

pada 09 Mei 2018, 15:02 WIB
Diperbarui 11 Mei 2018, 14:13 WIB
Ilustrasi Sambal

Yogyakarta - Pedas, tetapi menggoda. Sambal, penganan yang selama ini merupakan salah satu hidangan yang wajib ada di piring orang Indonesia. Berbagai jenis sambal dengan tingkat kepedasan dan varian rasa pendamping bisa kita temukan dengan mudah hampir di semua gerai makanan. Bahkan, kini ada tren sambal dengan berbagai level kepedasan.

Namun, siapa yang tahu ada berapa macam sambal di Indonesia? Tim peneliti UGM berhasil menjawab pertanyaan yang sering terlintas di benak para penggemar sambal selama ini.

Kepada KRJogja.comMudjiati Garjito, Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM mengungkapkan, pihaknya berhasil mengidentifikasi ada 322 macam sambal di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, para peneliti mengerucutkan kembali menjadi 257 yang digunakan untuk masakan atau hidangan.

"Kami sudah melakukan penelitian dan akan segera dibukukan bahwa total ada 322 macam sambal di mana 257 di antaranya digunakan untuk hidangan masakan, kemudian dikelompokkan lagi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam," ungkap Garjito dalam seminar "Mengungkap Keunikan Kuliner Bercitarasa Pedas" dalam rangka Lustrum XI FTP UGM di Balai Pamungkas Yogyakarta, Selasa, 8 Mei 2018.

"Dari total 257 macam sambal hidangan terdapat 122 variasi bumbu dan yang paling banyak digunakan bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula, dan minyak goreng," dia menambahkan.

Baca berita menarik lainnya dari KRJogja.com di sini.

Simak video pilihan berikut ini:

 

2 of 2

Simbol Kuliner Indonesia

Sambal Matah
Sambal Matah sebagai pelengkap sajian Crispy Duck ala The Sintesa Jimbaran (Liputan6.com/Iskandar)

Banyaknya macam sambal di Indonesia sendiri dinilai peneliti UGM sebagai sebuah peluang untuk memperkenalkan lebih luas negara Indonesia. Apalagi, kini muncul pegiat kuliner yang hampir semua memasukkan sambal sebagai daya tarik utama penjualan.

"Sambal harusnya bisa jadi identik dengan Indonesia sehingga dunia tahu inilah simbol masakan khas kita. Di sini peran pemerintah dan pelaku usaha harus bisa berjalan," sambung Dekan FTP UGM Eni Harmayani.

Sementara dari sisi sejarah, perjalanan sambal di Indonesia ternyata memiliki pemaknaan tersendiri. Sejarawan UGM Fadly Rahman mengatakan sebaran sambal begitu beragam di berbagai daerah di Indonesia.

"Pedas dari sambal ini bukan hanya sekadar rasa saja, namun kemudian dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia. Setiap daerah punya ciri khas sambal tersendiri dan inilah yang harus diangkat," ungkapnya.

Di Yogyakarta sendiri, saat ini muncul berbagai macam kuliner yang mengedepankan makan serba pedas dengan tawaran olahan berbagai macam sambal. Beberapa bahkan sudah legendaris di kalangan pencinta kuliner dan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.

Lanjutkan Membaca ↓