Tragis, Istri Saksikan Suami dan Rekannya Tertimbun Tebing yang Mendadak Runtuh

Oleh Muhamad Ridlo pada 04 Mei 2018, 23:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2018, 23:00 WIB
Ratusan warga dan tim SAR gabungan mencari keberadaan korban tertimbun di tambang tanah Wonosobo. (Foto: Liputan6.com/Polres Wonosobo/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ratusan warga dan tim SAR gabungan mencari keberadaan korban tertimbun di tambang tanah Wonosobo. (Foto: Liputan6.com/Polres Wonosobo/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Wonosobo - Menjelang waktu ibadah salat Jumat, Sri Rahayu hendak mengingatkan suaminya, Slamet Nurrohman (56) untuk segera menyudahi pekerjaannya. Saat itu, Slamet dan satu rekan lainnya, Bawon Haryadi tengah mengeruk tanah di tambang tanah, Tambi, Kejajar, Wonosobo.

Sekitar pukul 11.30 WIB, mendadak, ia mendengar ada suara bergemuruh dari arah tambang. Ia pun segera bersicepat mendatangi lokasi.

Sesampai di sana, warga Tegalrejo RT 31/10 Desa Tambi ini hanya melihat puluhan kubik timbunan tanah reruntuhan baru. Adapun suaminya, Slamet, tak berada di tempat.

Sri menduga, suami dan rekannya yang asal Desa Tegalrejo, Wonosobo tertimbun tanah yang runtuh dari tebing setinggi tiga meter. Bukan main khawatirnya Sri Rahayu.

Maka ia pun segera menceritakan peritiwa itu kepada tetangga yang lantas melaporkan kepada aparat desa. Pemerintah desa pun segera melapor ke Kepolisian Sektor Kejajar.

Mendadak sontak, tempat itu dipenuhi oleh ratusan warga yang ingin segera menolong. Mereka mengeduk timbunan tanah sebisanya, dengan peralatan seadanya.

Mereka berpacu dengan waktu. Warga berharap agar kedua korban yang tertimbun tanah masih bisa diselamatkan.

 

Ratusan warga dan tim SAR gabungan mencari keberadaan korban tertimbun di tambang tanah Wonosobo. (Foto: Liputan6.com/Polres Wonosobo/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ratusan warga dan tim SAR gabungan mencari keberadaan korban tertimbun di tambang tanah Wonosobo. (Foto: Liputan6.com/Polres Wonosobo/Muhamad Ridlo)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

5 Jam Pencarian, Baru 1 Korban Tertimbun Tanah Ditemukan

Satu korban tertimbun tanah di Wonosobo, Bawon Haryadi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia(Foto: Liputan6.com/Polres Wonosobo/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Satu korban tertimbun tanah di Wonosobo, Bawon Haryadi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia(Foto: Liputan6.com/Polres Wonosobo/Muhamad Ridlo)

Tetapi, lebih dari lima jam pencarian, korban belum juga bisa ditemukan. Volume material yang besar dan hujan yang turun sejak pukul 15.00 WIB membuat pencarian terkendala.

Kepolisian yang memperoleh laporan tertimbunnya dua penambang di Tambi pun segera mengerahkan puluhan anggota polisi. Bersama warga, mereka berjibaku menggali tanah dan berharap bisa menyelamatkan korban.

Kepala Polsek Kejajar, AKP Sukirman mengatakan pencarian dan upaya penyelamatan korban tertimbun tanah lamban lantaran hanya mengandalkan tenaga manusia. Kesulitan itu bertambah ketika turun hujan di lokasi.

Namun, akhirnya perjuangan warga dan tim SAR gabungan pun menuai hasil. Satu orang di antaranya ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB, atau sekitar lima jam dari peristiwa.

Sayangnya saat ditemukan, korban telah meninggal dunia. Indonesia Automatic Fingerprints Indentification (Inafis) Polri pun segera mengidentifikasi korban.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pencarian Korban Tertimbun Tanah Wonosobo akan Dilanjutkan dengan Alat Berat

Tak lama kemudian, diketahui bahwa ia adalah Bawon Haryadi. Ia ditemukan di kedalaman sekitar tiga meter dalam posisi berdiri.

“Kemungkinan dia akan naik ke atas. Karena itu kan di lubang tiga meter,” ucap Sukirman, kepada Liputan6.com Jumat sore, 4 Mei 2018.

Menjelang petang, hujan kembali turun dengan deras. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak dinginkan, pencarian pun sementara waktu dihentikan. Dikhawatirkan, tanah kembali runtuh dan membahayakan para pencari.

Mempertimbangkan jumlah material timbunan yang cukup besar, pencarian akan dilanjutkan dengan alat berat. Sementara ini, pencarian dihentikan.

“Pada saat kejadian hanya ada dua penambang,” Sukirman menjelaskan. 

Tim search and rescue (SAR) gabungan masih berkoordinasi apakah akan melanjutkan pencarian pada malam hari atau menghentikan sementara. Kepolisian, SAR, dan operator alat mempertimbangkan bahaya dan kesulitan jika pencarian dilakukan malam hari.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya