Pulang Piknik dari Yogyakarta, 98 Warga Solo Keracunan

pada 02 Mei 2018, 21:01 WIB
Diperbarui 02 Mei 2018, 21:01 WIB
Keracunan
Perbesar
Ilustrasi korban keracunan. (Foto: Dok. Solopos)

Solo - Sekitar 98 warga Salatiga, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah pulang dari bertamasya di Yogyakarta, Senin, 30 April 2018. Mereka diduga keracunan setelah mengonsumsi nasi kotak yang menjadi bekal saat piknik tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, mengatakan dari 93 warga Salatiga yang keracunan itu, 43 orang di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas setempat. Bahkan, dari 43 orang yang menjalani perawatan itu 16 orang di antaranya hingga kini masih dirawat di RST Dr Ashmir dan RSUD Kota Salatiga.

Sebagian yang masih dirawat itu mengalami diare lebih dari 10 kali. Sementara lainnya menderita dehidrasi, mual, dan muntah. "Mereka membutuhkan terapi cairan untuk menggantikan cairan yang hilang," ucap Siti saat dihubungi Semarangpos.com (Solo Pos Group), Selasa, 1 Mei 2018.

Siti menambahkan, DKK Salatiga juga menerjunkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang dikepala dr Anang untuk memeriksa kondisi pasien diduga korban keracunan yang telah kembali ke rumah. Pasien yang menjalani rawat jalan tetap diperhatikan kondisinya agar tidak mengalami gejala-gejala yang membahayakan keselamatan.

Baca berita menarik dari Solopos.com lain di sini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Sampel Makanan Diteliti di Semarang

Santri keracunan
Perbesar
Ilustrasi korban keracunan massal. (Liputan6.com/Akbar Fua)

Terkait penyebab keracunan, Siti mengaku hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang, Jawa Tengah. Sampel makanan dari nasi bungkus, maupun muntahan dan feses penderita telah dikirim ke BLK Semarang untuk diteliti.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, hingga Rabu (2/5/2018), sebanyak 98 orang warga Karangduwet, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, yang menjadi korban keracunan itu sebelumnya piknik ke Yogyakarta. Mereka membawa bekal nasi dus yang dimasak oleh ibu-ibu warga setempat untuk dimakan pada siang atau sore hari.

Selama perjalanan, nasi dus itu disimpan di bagasi bus.

Namun, Senin sekitar pukul 03.00 WIB, beberapa warga yang ikut bertamasya ke Yogyakarta itu mengalami gejala keracunan seperti perut mual dan muntah. Senin paginya, mereka pun mendatangi Puskesmas Sidorejo Kidul hingga dirujuk ke rumah sakit sebanyak 43 orang.

Tim TGC Puskesmas Sidorejo Kidul selanjutnya menyisir ke rumah warga yang mengikuti piknik. Terutama, supaya para korban keracunan segera ditangani.

Lanjutkan Membaca ↓