Racikan Miras Rasa Jeruk Renggut 3 Nyawa Pemuda Pangalengan

Oleh Huyogo Simbolon pada 01 Mei 2018, 09:04 WIB
Alkohol dapat Merusak Keseimbangan Bakteri di Mulut (Africa Studio/Shutterstock)

Liputan6.com, Bandung - Minuman keras (miras) oplosan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, menelan korban. Tiga pemuda meninggal dunia, sedangkan lima lainnya dirawat di rumah sakit setelah mereka menenggak minuman rasa jeruk yang dicampur alkohol murni 70 persen.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko Truno mengatakan, berdasarkan keterangan korban selamat, Peri Herdiana (18), bahwa pada Jumat, 27 April 2018, pukul 15.00 WIB, mereka awalnya berkumpul di pinggir jalan Citere Hilir, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan.

Peri, Pian (13), Dandi (20), dan Aksan (15) lalu meminum minuman ringan rasa jeruk yang dicampur dengan alkohol murni 70 persenyang dibawa oleh Pian dan Dendi.

"Adapun cara para korban mancampurkan alkohol ke dalam minuman ringan tersebut yaitu dimasukkan ke dalam gelas. Selanjutnya, diseduh menggunakan alkohol murni, diminum bergantian dengan para korban," kata Truno saat dihubungi Liputan6.com, Senin, 30 April 2018.

Setelah menenggak miras tersebut, mereka merasa pusing, mual, jantung berdetak kencang, dan sesak nafas yang hebat. Akibatnya, Pian dan Dandi meninggal dunia, sementara Peri dan Aksan selamat dan dirawat di rumah sakit Al Ikhsan.

"Dari awal kita sudah sampaikan ini merupakan penyakit sosial. Intinya mereka para anak-anak muda jangan mencoba minuman alkohol racikan sendiri yang kesannya memabukkan padahal mematikan," kata Truno.

Sementara, satu korban meninggal yaitu Sahrul (15). Sahrul bersama ketiga temannya, Jamjam Fajrian (18), Arif Gustiana (18) dan Riyadi Permadi (20) pergi ke apotek di kawasan Pengalengan untuk membeli alkohol pada Sabtu, 28 April 2018.

"Masing-masing korban membeli satu botol alkohol, kemudian para korban berangkat ke daerah gunung Artapela untuk main," kata Truno.

Di tengah perjalanan, para korban meracik minuman sebanyak dua botol alkohol dan dikonsumsi sampai tiba di lokasi. Setelah sampai di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB kemudian para korban melanjutkan mengkonsumsi minol yang dibawanya sampai pukul 17.00 WIB.

Adapun minol tersebut racikan sendiri yang terdiri dari empat botol alkohol 70% dicampur dengan dua botol air mineral dan tiga saset minuman berenergi. Setelah menenggak miras oplosan, para korban merasakan mual, pusing, sesak nafas sehingga para korban tidak bisa pulang dan bermalam di hutan.

"Esok paginya (Minggu), salah satu korban menelepon dan memberitahukan kondisi mereka pada orangtuanya. Selanjutnya, orangtua salah satu korban tiba d lokasi dan diketahui korban Sahrul sudah meninggal dunia. Sementara Adi, Arif, dan Jamjam kondisinya sudah lemas," papar Truno.

Ketiga orang yang masih hidup lalu dievakuasi ke Puskesmas Pangalengan. Sedangkan, Sahrul langsung dibawa ke rumahnya dan dimakamkan.

Simak video pilihan berikut ini: