Keracunan Massal, 22 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 20 Apr 2018, 19:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2018, 18:13 WIB
Santri keracunan

Liputan6.com, Kendari - Sebanyak 22 orang santri di Pesantren Ibnu Abbas Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, dilarikan ke Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna, sejak Kamis, 19 April 2018 malam hingga Jumat (20/4/2018). Santri-santri tersebut mengalami keracunan massal saat menyantap hidangan di asrama.

Tercatat ada 16 santri laki-laki dan enam santri perempuan yang dilarikan ke rumah sakit. Para santri yang berasal dari sejumlah desa di kabupaten Muna itu awalnya mengeluhkan mual dan sakit kepala. Selanjutnya, para santri merasakan gejala diare.

"Awalnya memang hanya satu orang saja. Namun, mereka tidak melaporkan itu kepada pihak sekolah, disangka gejala sakit biasa," kata Kepala Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Hasrullah, Jumat (20/4/2018).

Selanjutnya, santri yang merasakan pusing dan mual bertambah. Setelah dicek pihak pesantren, dugaan keracunan massal makin menguat.

"Kami awalnya mau bawa ke klinik, tapi karena sudah terlanjur banyak sekali jadi kami putuskan bawa ke rumah sakit," tambah Hasrullah.

Kejadian diduga berawal sejak Rabu, 18 April 2018 malam. Awalnya, para santri menikmati hidangan di dalam asrama. Hidangan ini dibawa oleh orangtua santri usai melakukan hajatan di rumah.

"Nanti Kamis pagi hingga Jumat pagi, baru dirasakan para santri, kami tidak tahu juga awalnya," ujar pemilik Pesantren Ibnu Abbas, ustaz Karim Darma.

Usai mendapatkan perawatan, sebanyak 19 santri korban keracunan massal yang dirawat di rumah sakit diperbolehkan pulang. Sementara dua orang lainnya, Nur Fatimah dan Nur Fitriah, masih dirawat.

"Mereka berdua masih dirawat di rumah sakit," ujar Karim Darma.

Dari informasi pihak dokter, kedua pasien ini diberikan perawatan intensif dan sudah mulai pulih. Salah seorang dari pasien yang masih dirawat, memiliki riwayat penyakit lambung.

"Salah seorang lainnya, perutnya masih melilit," kata dr Marlin.

 

2 dari 2 halaman

Dugaan Sumber Makanan

Kapolres Muna, AKBP Ramos Paretongan, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan. Pihaknya menduga ada makanan yang dibawa oleh orangtua santri masuk ke dalam pesantren.

"Iya, malam sebelumnya menurut saksi-saksi ada makanan yang dibawa masuk ke pesantren. Ini kejadian pertama," ujar AKBP Ramos.

Pesantren Pusat Pendidikan Hafiz Quran

Pesantren Ibnu Abbas Kabupaten Muna, merupakan salah satu pesantren yang aktif mendidik sejumlah generasi muda di wilayah itu. Saat ini, pesanten sementara menggalakkan program kampung mengaji.

Setiap malam Jumat, sejumlah remaja dan pemuda dari sejumlah wilayah di kabupaten Muna aktif mengikuti pengajian di dalam lokasi pesantren. Malah, sejumlah anggota pengajian berasal dari pekerja di beberapa institusi pemerintahan.

"Kami mohon maaf, ini musibah yang tidak bisa kami hindarkan," ujar pemilik Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Karim Darma.

 

Lanjutkan Membaca ↓