Permintaan Keluarga Pendaki Asing yang Meninggal di Gunung Merbabu

Oleh Liputan6.com pada 16 Apr 2018, 13:30 WIB
Diperbarui 16 Apr 2018, 13:30 WIB
Mendaki dan Pendaki

Liputan6.com, Semarang - Andrey Voytech, warga negara asing yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, akhirnya dikremasi di Krematorium Kedungmundu, Kota Semarang, Jawa Tengah, hari ini.

Proses kremasi tersebut tidak dihadiri langsung oleh anggota keluarga Voytech yang masih berada di Slovakia. Namun, mereka turut menyaksikan kremasi pendaki asing yang meninggal dunia di Gunung Merbabu itu melalui sambungan video call yang dilakukan dengan anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah, Rindang Krisnavianto Tulu.

Sementara, keluarga hanya menyaksikan lewat video call, salah seorang teman perempuan Voytech selama berada di Indonesia, Sistha Amina Verdani, datang langsung untuk melepas jenazah rekannya itu untuk menjalani proses kremasi.

Proses kremasi, menurut Rindang, adalah permintaan dari pihak keluarga. Adapun proses usai kremasi akan ia urus sebagaimana mandat kuasa yang didapatnya dari keluarga Voytech di Slovakia.

"Keluarga menyampaikan permintaan terakhir almarhum saat masih hidup agar jenazahnya nanti dikremasi dan abunya dibawa ke Slovakia," ucapnya, Senin (16/4/2018), dilansir Antara.

Usai dikremasi, lanjut dia, seluruh barang beserta abu jenazah Andrey yang meninggal di Gunung Merbabu, akan diserahkan ke Kedutaan Besar Slovakia di Jakarta. "Setelah ini akan dikoordinasikan dengan kedutaan, mungkin butuh beberapa waktu," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Jenazah Andrey Sempat Disemayamkan di RS Kariadi Semarang

merbabu
Papan petunjuk arah di salah satu jalur pendakian Gunung Merbabu. (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)

Sebelumnya, jenazah Andrey Voytech, warga negara asing yang meninggal dunia setelah sempat hilang saat mendaki Gunung Merbabu di Jawa Tengah, disemayamkan di Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Semarang.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmadja membenarkan jenazah pendaki yang ditemukan tewas pada 7 April 2018 tersebut masih berada di RS Kariadi.

Sebelumnya, jenazah Andrey dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diautopsi. Namun, menurut Agus, jasad Andrey dititipkan di RS Kariadi karena lemari pendingin penyimpan jenazah di rumah sakit tersebut lebih baik.

Selain itu, jenazah korban juga belum diautopsi oleh petugas kesehatan. "Masih menunggu izin dari kedutaan negara asalnya," ujar Agus, di Semarang, Rabu, 11 April 2018, diwartakan Antara.

Sebelumnya, Andrey Voytech, yang hilang saat mendaki di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia oleh tim pencari pada Sabtu, 7 April 2018.

"Ditemukan di sungai, diduga terjatuh," kata juru bicara Basarnas Jawa Tengah, Zulhawary Agustianto.

Menurutnya, korban diduga terjatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 13 meter. Pada awalnya, Andrey dilaporkan sebagai warga negara Selandia Baru. Sementara, korban membawa tiga paspor berbeda. Diduga, Andrey berasal dari Slovakia.

Lanjutkan Membaca ↓