Suka Duka Sopir Ambulans yang Bantu Angkut Jenazah Korban Miras Oplosan

Oleh huyogo simbolon pada 15 Apr 2018, 00:02 WIB
Slamet merupakan satu dari tiga sopir ambulans di rumah sakit yang sedari pekan lalu menjadi rujukan korban miras oplosan berjenis 'ginseng'.

Liputan6.com, Bandung Bangunan kecil di samping pintu masuk IGD RSUD Cicalengka menjadi garasi parkir mobil ambulans. Satu mobil hitam bertulis Mobil Jenazah terparkir di area tersebut.

Slamet Ryanto (53) sang sopir keluar dari kendaraannya. Ia baru saja mengantarkan jenazah salah satu dari puluhan korban meninggal akibat miras oplosan.

Korban miras oplosan ternyata baru berusia 15 tahun. Tim medis sempat memberikan perawatan pada siswa SMP itu. Namun rupanya pertolongan sudah tak berarti karena kondisi pasien sudah dalam kondisi buruk pasca menenggak miras oplosan beberapa hari lalu.

"Saya baru antarkan ke rumah duka. Ya ikut prihatin remaja jadi korban (miras oplosan) juga," kata Slamet ditemui beberapa wartawan termasuk Liputan6.com di halaman parkir RSUD Cicalengka, Kamis sore, 12 April 2018.

Slamet merupakan satu dari tiga sopir ambulans di rumah sakit yang sedari pekan lalu menjadi rujukan korban miras oplosan berjenis 'ginseng'.

"Kita bekerja dibagi shift. Saya kebetulan hari ini dapat jaga. Mobil ambulans cuma ada satu," ujarnya.

Sejak Kamis pekan lalu mobil tersebut sudah mengantarkan puluhan jenazah korban miras oplosan. Slamet termasuk salah satu sopir yang sibuk mengantarkan para korban.

"Usianya macam-macam, tua dan muda ada semua. Tapi yang paling banyak Minggu sampai Selasa," ungkapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

1 of 2

Tingginya Jumlah Korban

Minola
Polisi Geledah Rumah Pembuat Miras Oplosan di Cicalengka. Foto: (Huyugo Simbolon/Liputan6.com)

Sebagai sopir ambulans sejak 8 tahun lalu, baru kali ini ia mendapati korban miras oplosan dalam jumlah yang sangat banyak.

"Ini yang paling banyak. Sehari bisa mengantarkan 4-6 jenazah," tuturnya.

Meski cukup menguras tenaga, Slamet mengaku ikhlas menjalankan tugasnya. Ia pun berharap tak ada lagi korban yang menenggak miras oplosan.

"Namanya juga sudah tugas. Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tukasnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Humas RSUD Cicalengka, hingga Jumat (13/4/2018) siang, jumlah korban meninggal mencapai 34 orang. Sedangkan total kunjungan pasien sebanyak 247 orang.

Korban paling banyak merupakan warga Cicalengka (227). Sisanya warga Sumedang, Garut dan Bandung.

Polisi sudah menetapkan dua tersangka atas kejadian yang berlangsung sejak Kamis pekan lalu ini. Sejumlah pelaku lainnya masih dalam status DPO.

Lanjutkan Membaca ↓