Waspada, Rabies Masih Mengintai di Singkawang

Oleh Liputan6.com pada 03 Apr 2018, 20:33 WIB
Diperbarui 03 Apr 2018, 20:33 WIB
Ilustrasi anjing menguap
Perbesar
Ilustrasi anjing menguap. (Sumber Public Domain Pictures)

Liputan6.com, Pontianak - Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Singkawang, Yusnita Fitriadi mengatakan seekor anjing yang mati di Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, positif rabies berdasarkan hasil tes laboratorium di Pontianak.

"Hasil laboratorium kemarin anjing yang mati kemarin itu positif rabies," kata Yusnita, Selasa (3/4/2018), dilansir Antara.

Langkah selanjutnya, Yusnita meminta Dinas Kesehatan Singkawang memantau perkembangan lima korban yang digigit anjing. Sementara, status para korban masih terduga rabies. Berdasarkan aturan, Yusnita menyebut anjing sepermainan yang masih hidup harus ikut dimusnahkan.

"Mudah-mudahan Camat Singkawang Timur nanti bisa memberikan informasi kepada warganya sehingga rabies ini bisa betul-betul tuntas di Singkawang pada umumnya dan pada khususnya di Singkawang Timur," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, A Kismed mengatakan, lima korban yang digigit anjing, khususnya di wilayah Singkawang Timur, sudah divaksinasi antirabies.

"Jadi, sudah kita vaksinasi sampai dengan yang ketiga kalinya, hanya tinggal vaksinasi yang keempat yang akan dilakukan pada minggu kedua bulan April," katanya.

Dia menyebutkan kondisi kelima orang yang digigit itu sampai hari ini masih baik-baik saja dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. "Cukup hanya dipantau saja, karena kita pun tidak bisa langsung memperkirakan, karena masa inkubasinya bisa dua sampai tiga bulan ke depan," ujarnya.

Dia meyakini stok vaksinasi antirabies masih tersedia hingga saat ini. Dia juga berharap masyarakat, khususnya yang memelihara anjing, mau memvaksinasi peliharaannya ke Dinas Pertanian.

"Yang jelas tindakan-tindakan sesuai standar sudah kita jalankan," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Terancam Wabah

Hari Rabies Sedunia
Perbesar
Para dokter hewan lakukan kebiri pada hewan-hewan di Payatas, Manila, Filipina, Selasa (26/9). Kasus rabies di Filipina termasuk yang tertinggi di dunia. HIS perkirakan 200 orang meninggal tiap tahunnya melalui gigitan anjing. (AP Photo/Bullit Marquez)

Sementara, Sekretaris Camat Singkawang Timur, Pilipus mengatakan kabar hasil positif dari Dinas Pertanian itu membuktikan bahwa Singkawang Timur masih berisiko terkena wabah rabies. Hal itu tentu akan berdampak negatif bagi masyarakat setempat.

Camat, katanya, sudah mengimbau lurah untuk mengundang tokoh masyarakat sebagai langkah awal untuk mencegah penyebaran wabah rabies.

"Dalam waktu singkat, saya akan membicarakan hal ini kepada dinas terkait dan mengundang tokoh-tokoh adat mengenai langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan untuk menghentikan penyebaran wabah rabies ini," ujarnya.

Dia meminta kepada masyarakat yang ada di wilayah Singkawang Timur untuk tidak takut menyerahkan anjingnya kepada petugas untuk divaksinasi. "Karena apa yang dilakukan petugas adalah semata-mata untuk menekan wabah rabies agar tidak semakin meluas," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓