Cerita 6 PSK Jual Diri di Pasar Ternak Karangpandan

pada 29 Mar 2018, 12:02 WIB
Diperbarui 31 Mar 2018, 11:13 WIB
Ilustrasi prostitusi

Karanganyar - Aparat Satuan Polis Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar mengamankan enam perempuan Pekerja Seks Komersial atau PSK dari kompleks penjualan ternak Pasar Karangpandan, Rabu, 28 Maret 2018. Sebagian di antaranya belum pernah dibina, sedangkan sisanya merupakan "pemain" lama.

Informasi yang dihimpun KRJogja.com, para perempuan itu diangkut menggunakan truk Satpol, kemudian digiring ke ruang pembinaan kantor Pol PP di lantai dua. Dua orang petugas lantas menyampaikan hal berkaitan kesalahan mereka.

Satu di antaranya, Kasi Trantib Joko Purwanto. Ia menceritakan sejumlah nama yang ada di ruangan itu memasang muka kesal. Ternyata, Joko mengenalinya dari daftar penertiban sebelumnya.

Joko menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku PSK yang sudah dibina beberapa waktu lalu. Hal ini karena selain dibina moral, mereka juga sudah diberikan modal untuk membuka usaha.

"Berulang kali dibina dan diberi pelatihan. Ada mesin jahit dikemanakan? Kenapa masih di situ melayani pria hidung belang?" tanya Joko kepada PSK itu.

Seakan tak jera menyarankan, Joko kini memohon mereka berganti pekerjaan. Ia mencontohkan seperti berdagang kecil-kecilan, seperti menjajakan kuliner di Taman Pancasila atau di alun-alun kota.

"Lihat saja di Taman Pancasila sampai ke barat itu. Jualannya laku. Meski itu gorengan," Joko menggerutu.

 

Baca berita menarik lainnya dari KRJogja.com di sini.

 

2 dari 2 halaman

Kilah PSK

Ilustrasi prostitusi
Ilustrasi prostitusi

Lebih dalam lagi, ia mengetuk hati mereka melalui penuturan religius. Joko menuturkan larangan dalam agama berhubungan intim dengan orang yang bukan suami. "Sebagai umat beragama, tentu tahu dosa besar berhubungan intim dengan bukan suaminya," Joko menceramahi mereka.

Meski begitu, ada saja alasan para PSK ini. Sebut saja Yati, wanita berdandan menor serta berkaus warna hitam itu, mengaku jengah berulang kali dipermainkan kaum pria. Menurut dia, tak ada yang serius mau menikahi janda seperti dirinya. Alasan ini yang menyebabkan dia melacur.

"Lha mboten payu (diperistri) kok, Pak. Iya, saya salah," ujarnya.

Dalam penertiban kali ini, sekitar 30 petugas diterjunkan di dua lokasi yang ditengarai tempat praktik mesum. Selain di pasar sapi Karangpandan, juga di wilayah Sedayu, Jumantono.

Hanya saja, petugas tak mendapati satu pun sasaran di Jumantono. Beberapa incaran di pasar sapi Karangpandan juga memilih tiarap. Berdasarkan pendataan petugas, dua perempuan terciduk asal Sragen dan empat lainnya ber-KTP Karanganyar. Semuanya diwajibkan lapor ke kantor Satpol PP selama sepekan ke depan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

 

Lanjutkan Membaca ↓