Rayuan Maut Sopir Truk Perdayai 11 Calon Polisi

Oleh M Syukur pada 23 Mar 2018, 16:36 WIB
Diperbarui 25 Mar 2018, 16:13 WIB
Rayuan Maut Sopir Truk Perdayai 11 Calon Polisi

Liputan6.com, Pekanbaru - Profesinya sopir truk, tapi rayuannya maut. Buktinya, sebelas calon polisi terpedaya janji palsunya hingga nekat menyerahkan duit antara Rp 150 hingga Rp 300 juta.

Aksi tipu daya warga Pekanbaru, Riau, itu sudah berlangsung sejak 2011 sebelum tertangkap baru-baru ini. Miliaran uang berhasil dikantonginya berkat kemampuannya meyakinkan korban yang ingin jadi bintara.

Nyatanya, klaim memiliki kenalan perwira tinggi Polri tak terbukti. Salah satu korban yang kepalang menyetor Rp 150 juta tidak lulus ketika panitia mengumumkan hasil seleksi. Ia lalu melaporkan hal itu kepada polisi.

"Tersangka biasa dipanggil Babe, ditangkap di Kecamatan Rumbai setelah dipancing korbannya untuk bertemu," kata Kapolsek Kota Komisaris Hanafa di kantornya, Kamis pagi, 22 Maret 2018.

Hanafi menjelaskan, tersangka Naspianto alias Babe mengincar tamatan SMA yang mendaftar sebagai calon polisi. Terakhir, dia menemui sebuah keluarga yang anaknya ingin masuk polisi serta menyebut bisa meloloskan karena kenal dekat dengan sejumlah perwira tinggi.

Korban yang terbuai lalu menyerahkan mahar yang diminta secara bertahap. Ia lalu ikut tes dengan keyakinan lulus karena ada pelaku sebagai calonya.

"Pelaku ini tak mengaku sebagai polisi, hanya mengaku kenal dengan perwira dan menyebut bisa meluluskan," kata Hanafi.

Setelah uang diserahkan, langkah korban masuk polisi malah terhenti di tengah jalan. Dia akhirnya melapor ke Polsek hingga sopir truk itu ditangkap setelah dipancing korbannya.

"Korban bertemu di Rumbai dengan pelaku, di mana polisi juga ikut," sebut Hanafi.

 

 

2 of 2

Ada yang Lulus

Rayuan Maut Sopir Truk Perdayai 11 Calon Polisi
Berbekal rayuan maut, sopir truk di Pekanbaru berhasil mengantongi miliaran rupiah dari para calon polisi. (Liputan6.com/M Syukur)

Kasus ini terus dikembangkan karena penyidik yakin korban pelaku tak hanya 11 orang. Polisi pun meminta warga yang pernah ditipu pelaku melapor ke Polsek Kota Pekanbaru.

"Uang hasil penipuannya digunakan untuk kehidupan sehari-hari," kata Kapolsek.

Dari 11 orang itu, ada juga yang lulus menjadi polisi. Bahkan, salah satunya pernah diminta pelaku Rp 300 juta. Yang lulus ini dipastikan penyidik tanpa bantuan si penipu.

"Karena masuk polisi itu tanpa biaya. Kalau pun ada yang menjanjikan bisa lulus jangan percaya, tidak dipungut biaya," kata Hanafi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by