Jangan Panik, Telur Sulit Dipalsukan

Oleh Liputan6.com pada 23 Mar 2018, 07:01 WIB
Diperbarui 25 Mar 2018, 06:13 WIB
Menyimpan Telur

Liputan6.com, Majene - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Sulawesi Barat Netty Nurmuliawaty menegaskan, telur sangat sulit dipalsukan sehingga meminta masyarakat di daerah itu tidak panik terkait isu telur palsu yang menyebar melalui media sosial.

"Bagaimana mau dipalsukan, telur itu memiliki membran dan sepintar-pintarnya orang, tidak mungkin bisa memalsukan membran telur," tegas Netty, ketika dihubungi di Mamuju, Rabu 21 Maret 2018, dilansir Antara.

Namun, untuk memberi ketenangan kepada masyarakat, termasuk Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeny Anwar, Netty mengaku sempat melakukan penelusuran terkait isu telur palsu itu di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mamuju.

"Ibu Wagub memang sempat mempertanyakan isu telur palsu itu dan saya sudah sampaikan ke beliau bahwa itu adalah hoaks atau berita bohong. Kami juga sempat menelusuri pasar-pasar dan tidak ditemukan sebab memang tidak ada telur palsu. Kalau telur lama atau yang tidak layak konsumsi itu yang ada," ucapnya.

Dia mengimbau masyarakat umum, khususnya di Sulbar agar tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang berasal dari media sosial, kecuali sudah terverifikasi oleh pihak yang berkompeten. Seperti isu telur palsu yang banyak beredar di media sosial yang membuat panik masyarakat, BPOM menegaskan bahwa itu tidak benar.

Pada saat melakukan penelusuran di pasar tradisional tersebut Kepala Badan POM Sulbar itu sempat menunjukkan contoh telur yang baik dan layak.

"Jadi, Ibu Wabub merasa lega apalagi setelah melihat dan melakukan pengecekan langsung bersama kami di pasar tradisional," tutur Netty.

 

2 of 2

Polisi Telusuri ke Pasar

Ilustrasi telur (AFP)
Ilustrasi telur (AFP)

Sementara itu, Kapolres Majene Ajun Komisaris Besar Polisi Asri Effendy menyatakan, pihaknya bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan setempat, telah melakukan penelusuran terkait isu peredaran telur palsu di daerah itu.

"Satuan Reskrim bersama Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene sudah melakukan penelusuran dan ternyata itu hanya 'hoax' yang disebarluaskan di media Sosial. Hanya saja kualitas telur memang ada yang bagus dan ada yang sudah menurun atau kurang bagus," tegas Asri Effendy.

Pengecekan telur itu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar tidak panik dengan isu telur palsu tersebut.

"Kami akan aktif melakukan langkah antisipasi dengan mengecek langsung para pedagang atau penjual telur yang ada di Pasar Sentral Majene," ujar Asri Effendy.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by