Waspada, Pelebaran Aliran Sungai Bawah Tanah Pantai Baron Gunungkidul

pada 22 Mar 2018, 05:01 WIB
Diperbarui 24 Mar 2018, 04:13 WIB
Pantai Baron Gunungkidul

Gunungkidul - Koordinator Tim SAR Pantai Baron Tanjungsari Gunungkidul, Marjono mengungkapkan terjadinya pergeseran aliran sungai bawah tanah di kawasan Pantai Baron dari sisi barat ke utara. Kondisi ini sangat membahayakan wisatawan.

Oleh sebab itu, wisatawan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kondisi sungai bawah Pantai Baron Gunungkidul terus meluas pasca-siklon tropis cempaka, bahkan semakin melebar dan menyulitkan wisatawan yang akan menikmati keindahan pantai.

”Bergesernya aliran sungai bawah tanah dari sisi barat dan saat ini bergeser ke sebelah utara, sangat membahayakan wisatawan. Hal ini perlu diwaspadai untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan," kata Marjono kepada KRJogja.com.

Bahkan kedalaman sungai ini mencapai kurang lebih tiga meter. Marjono menambahkan, setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Gunungkidul, menyebabkan debit air yang mengalir di sungai bawah Pantai Baron terus meningkat.

Baca berita menarik lainnya dari KRJogja.com di sini.

 

2 of 2

Merusak Pantai

Yusron Fahmi/Liputan6.com
Pantai Baron (Gunungkidulkab.go.id)

Dampaknya, aliran sungai ini memisahkan daratan dengan lautan. Selain itu, air menjadi berwarna coklat dan keruh, sehingga wisatawan tidak bisa bermain air.

"Jika hujan terjadi terus menerus dalam waktu yang lama, otomatis akan semakin memperluas aliran sungai bawah tanah Pantai Baron. Selain meluas aliran sungai juga semakin dalam," imbuhnya.

Dia mengungkapkan, selain wisatawan diimbau waspada, dampak dari meluasnya sungai bawah tanah Pantai Baron ini menyulitkan nelayan menyandarkan kapal. Bahkan para nelayan harus mengikat kapal dengan tali agar tidak terbawa arus.

Baik wisatawan maupun masyarakat di kawasan Pantai Baron diimbau untuk tetap waspada. Serta tidak mendekati kawasan sungai bawah tanah. Sebab kedalaman sungai hingga tiga meter cukup membahayakan keselamatan.

"Wisatawan diimbau melihat laut dari batas talut, karena jika mendekat ke lokasi akan berbahaya," dia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓