Sensasi Menyelam Bersama Puluhan Manta di Guraici Halmahera

Oleh Dinny Mutiah pada 14 Mar 2018, 06:30 WIB
Diperbarui 14 Mar 2018, 06:30 WIB
Menyelam di Guraici Halmahera Selatan, Bisa Diadu dengan Raja Ampat
Perbesar
Kepulauan Gurici, salah satu spot menyelam di Halmahera Selatan yang menjadi tempat favorit untuk menemui Manta. (dok. Dinas Pariwisata Halmahera Selatan/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta - Potensi wisata perairan di Indonesia tak habisnya digali. Salah satu spot diving yang mulai naik daun berada di perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kekayaan alam bawah laut di sana diklaim setara dengan Raja Ampat, tapi lebih hening dan sepi.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Iksan Jasmir menyebutkan sejumlah lokasi andalan penyelaman di Halmahera Selatan yang mayoritas didatangi turis dari Eropa. Salah satunya adalah Kepulauan Guraici.

Di sana, para penyelam bakal dimanjakan oleh kehadiran puluhan manta. Iksan menyebut ada sekitar 40 manta yang bisa diajak bermain mulai siang hingga sore hari, hampir sepanjang tahun.

"Manta kan memang terkenal jinak dan bisa diajak main. Dia baru akan menyerang jika sudah diganggu duluan, tapi kalau kita enggak ganggu, dia mudah didekati kok," kata Iksan kepada Liputan6.com, Senin, 12 Maret 2018.

Berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, lebih dari 20 titik penyelaman di sekitar Kepulauan Guraici. Itu belum termasuk yang disinggahi kapal yang hilir mudik dari perairan Komodo ke Raja Ampat, maupun sebaliknya.

"(Halmahera selatan) ini seringkali hanya menjadi tempat transit bagi kapal dari Komodo yang mau ke Raja Ampat, atau sebaliknya karena di sana kan ada musim-musim yang kurang baik, baik karena cuaca atau ombak," tutur Iksan.

Dia mengatakan, operator kapal biasanya tinggal di Raja Ampat hanya lima bulan. Begitu pula dengan kapal yang beroperasi di Komodo. Pada musim ombak tinggi, yakni sekitar Juni-Juli, mereka mencari perairan yang lebih tenang.

Saat melintas di Halmahera Selatan, mereka berhenti sejenak sembari mengekplorasi keindahan bawah laut di sana. Apalagi, perairan itu terkenal aman karena dikelilingi banyak pulau-pulau kecil dari ombak tinggi.

"Tidak seperti di Raja Ampat yang orang harus bergiliran untuk menyelam karena ramainya, Halmahera Selatan masih kurang pengunjung, airnya tenang dan jernih sehingga lebih tenang ketika menyelam," ujar Iksan.

 

 

2 dari 2 halaman

Maluku Explorer

Menyelam di Guraici Halmahera Selatan, Bisa Diadu dengan Raja Ampat
Perbesar
Pulau Pogo-Pogo, salah satu destinasi wisata terbaru yang dikembangkan Pemkab Halmahera Selatan. (dok. Dinas Pariwisata Halmahera Selatan/Dinny Mutiah)

Menyadari potensi wisata tersebut, Dinas Pariwisata Halmahera Selatan menggandeng operator asal Jerman untuk membuka paket penyelaman di sekitar Bacan, Halmahera Selatan, dalam bendera Maluku Explorer. Selama tujuh hari, para penyelam akan diajak berkeliling ke sekitar Halmahera Selatan menggunakan kapal.

Anda yang hendak menyelam wajib sudah berpengalaman, setidaknya 50 kali penyelaman. Selain manta, keindahan bawah laut lain yang bisa dinikmati adalah taman koral, ikan napoleon, dan kumpulan ikan barakuda.

Jika beruntung, Anda bisa bertemu dengan hiu Epphaulette (Hemiscyllium henryi) yang berciri tutul-tutul kecoklatan. Ikan hiu yang biasa ditemukan di Raja Ampat, Papua itu tak bisa berenang, tetapi berjalan di dasar laut.

"Perusahaan (operator Maluku Explorer) itu dari Jerman. Dia punya kapal yang operasinya fokus di Kepulauan Bacan dan sekitarnya," kata Iksan.

Kapal tersebut berkapasitas 16 tamu yang akan menginap di delapan kamar. Menurut Iksan, setidaknya dibutuhkan biaya Rp 3 juta per hari, sudah termasuk akomodasi dan fasilitas menyelam 3-4 kali sehari. Selain Guraici, para tamu juga bakal mendatangi Kepulauan Widi, pulau Sali dan Kusu.

"Tamu bisa terbang dari Jakarta-Ternate-Bacan atau dari Manado-Ternate-Bacan, nanti kita jemput dari Bacan untuk memutari sekitar Bacan," kata Iksan.

Kunjungan wisata ke Halmahera Selatan memang sedang digiatkan untuk menambah pemasukan daerah. Menurut Iksan, Halsel menargetkan bisa mendatangkan minimal 500 tamu dalam tahun ini ke sana.

"Tahun lalu hanya 300. Kebanyakan dari Jerman dan Italia. Jarang dari lokal. Kita memang bukan mass tourism, tapi sekarang kita buka seluas-luasnya. Ke depan, kita akan atur supaya tidak terlalu ramai," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓