Taman Dewari, Pesona Hamparan Kuning di Era Selfie

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 12 Mar 2018, 06:30 WIB
dewari

Liputan6.com, Magelang - Mari berbincang tentang taman bunga dan warna kuning. Man Repeller, sebuah situs yang menjadi rujukan pecinta mode dan artis dunia pernah menulis bahwa warna kuning akan mendunia dan mencapai puncak popularitasnya.

Kini warna itu memang sedang jadi favorit, terutama di kalangan pecinta swafoto atau selfie untuk dipamerkan di media sosial. Pasangan muda dari Dusun Kradenan Kalikuning, Desa Baturono, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Beta Zainal Amirin-Pramudita Tunggadewi tangkas menangkap tren itu.

Maka jadilah sebuah kebun bunga matahari terhampar di persawahan dusun itu.

"Luasnya sekitar 2.800 meter persegi. Saya namai Taman Dewari, karena anak saya bernama Dewari," kata Dita, sapaan akrab Pramudita kepada Liputan6.com.

Dita menjelaskan bahwa bunga matahari itu sengaja ditanam dan diniatkan sebagai sebuah obyek wisata spot foto. Ide itu sendiri baru muncul di akhir tahun 2017.

"Latar belakangnya dari hobi saya berselfie. Tiap ada obyek yang keren untuk selfie, saya datangi. Kemudian saya dan suami berdiskusi, mengapa tak bikin obyek sendiri," kata Dita.

Membuat hamparan bunga matahari yang arah mekarnya selalu mengikuti perjalanan matahari ternyata cukup menyita modal. Puluhan juta dibelanjakan untuk benih impor kualitas super, plastik mulsa untuk menjaga kelembaban, bedeng, pengolahan lahan, dan pupuk.

Akhir 2017 adalah musim hujan. Itu membuat Dita khawatir kelangsungan tanaman bunga Matahari rintisannya.

"Alhamdulillah awal Januari mulai bermunculan bunganya dan mekar sempurna. Minggu pertama Februari, bunga matahari sudah merata dan terhampar sangat indah," kata Dita.

 

2 of 4

Bebas Motret, Rusak Bayar Denda

dewari
Susi Nurhayati, salah satu pengunjung Taman Dewari. Karena difoto dari jarak dekat, maka ia terlihat menonjol dibanding hamparan kuning bunga matahari yang menjadi latar. (foto: liputan6.com /edhie prayitno ige)

Seperti dilansir Man Repeller di awal tulisan ini, warna kuning bakal 'menguasai' dunia. Pesona warna kuning ini juga terbukti di Taman Dewari.

Pengunjung mulai berdatangan. Puncaknya, bukan hanya puluhan, namun dalam sehari mampu mengundang hingga 750 pengunjung. Dan saat akhir pekan mampu menembus lebih dari 1000 pengunjung.

Kepada para pengunjung, Dita membuat aturan. Selain tiket masuk Rp 5.000,- juga harus membayar parkir sepeda motor Rp 2.000,- atau Rp 5.000,- untuk parkir mobil.

"Yang jelas mereka bebas sesuka hati berfoto. Tidak kami batasi berapa frame. Namun jika merusakkan, pengunjung terkena denda Rp 40.000,- per tanaman rusak," katanya.

Kekuatan warna kuning yang mampu ditangkap Dita dan suaminya, otomatis menghidupkan ekonomi di dusun itu. Selain ada 15 anak muda yang direkrut untuk membantu pengelolaan, mulai mengurusi parkir, melayani tiket masuk hingga mengawasi tanaman, ternyata warung-warung juga menjadi lebih ramai.

Bukankah tanaman Bunga Matahari memiliki usia tertentu?

Ya. Diperkirakan hingga April 2018, jika tidak ada cuaca yang ekstrem dan kejadian luar biasa, tempat ini masih meriah. Namun jangan khawatir, Dita sudah menyiapkan bibit-bibit baru yang siap untuk tambal sulam tanaman yang sudah habis masa berbunganya.

 

3 of 4

Sempurna di Pagi dan Sore Hari

dewari
Kuning memiliki berbagai shades dan berkarakter ceria serta semangat, tak heran jika warna kuning cepat menjadi raja. (foto : liputan6.com / edhie prayitno ige)

Susi Nurhayati dan Sri Andiyani, dua sahabat sejak SMA menuturkan bahwa mereka memang gemar berburu tempat-tempat indah dan baru. Sebagai warga lokal, mereka merasa bahwa alam di kaki gunung Merapi, Merbabu yang dikelilingi perbukitan dan percandian itu sangatlah elok.

"Saya asli Muntilan sini. Setelah revolusi komunikasi dengan adanya internet, saya baru ngeh kalau lingkungan saya sangat elok. Bahkan yang disini biasa, menjadi luar biasa saat muncul di dunia maya," kata Cicik, panggilan Sri Andiyani.

"Iya, sebenarnya sejak kecil saya sudah akrab dengan bunga matahari. Tapi ketika ngumpul banyak, ternyata sangat indah," kata Susi.

Taman Dewari Tidak jauh dari jalur Magelang-Yogya. Sudah dicantumkan dalam google maps.  Buka setiap harinya mulai jam 08.00-18.00 WIB. Direkomendasikan berkunjung pagi atau sore hari ketika cahaya matahari sudah melembut. Sehingga hasil foto akan lebih keren.Warna kuning bunga matahari memancarkan semangat dan kewibawaan seperti terlihat pada dua pengunjung yang sedang reunian ini. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)Kuning memang memliki varian atau shades yang komplit. Mulai kuning muda, kuning gading, kuning lemon, kuning pucat, sampai warna kuning yang terlihat saat mentega dipanaskan meleleh sempurna.

Kuning memberi spirit ceria, segar, dan semangat. Meskipun warna pink juga memiliki ragam yang komplit, namun lebih condong membawa kesan feminin. Nah, kuning ini adalah semangat yang memancar pada diri generasi z.

Kuning bahkan sering dimanfaatkan para perancang busana dan selebriti dunia. Video clip Selena Gomes yang berjudul Fetish, Katy Perry dalam lagu Feels dan aksesori Kylie Jenner katya Rinaldy juga didominasi kuning.

Kuning adalah Taman Dewari. Adalah semangat gen z. Adalah semangat hidup di desa dan berkarya untuk perubahan.

4 of 4

Lautan Bunga Matahari di Lopburi

Padang Bunga Matahari Lopburi
Padang Bunga Matahari di Lopburi, Thailand (Liputan6.com / Harun Mahbub)

Periode mengembang bunga-bunga matahari di Magelang sama dengan di Thailand. Akhir tahun hingga awal tahun, bunga matahari di Thailand juga mekar sempurna.

Dalam kurun waktu itu, turis berbondong-bondong ke Lopburi Sun Flower Garden, taman bunga matahari terbesar di Thailand dengan luas ribuan hektare.

Liputan6.com  mengunjungi padang bunga itu pada Januari 2017. Terlihat bunga-bunga berwarna kuning terhampar luas di lembah-lembah hingga perbukitan. Masuk ke area tanaman seakan tenggelam dalam lautan bunga.

Padang bunga itu berada di Lopburi, sebuah provinsi kecil yang terletak 150km di sebelah utara kota Bangkok. Perjalanan dari Bangkok ke Lopburi memakan waktu 3-4 jam menggunakan mobil. Lopburi adalah daerah pegunungan. Banyak taman bunga di sana, namun padang bunga matahari ini yang paling fenomenal.Mengunjungi Padang Bunga Matahari di Lopburi, Thailand (Liputan6.com / Harun Mahbub)Pengunjung mengalir tak henti-henti ke bukit-bukit berbunga itu. Namun karena begitu luasnya, kerumunan orang nyaris tak terjadi. Orang-orang berpencar mencari spot terbaik untuk selfie.

Seperti juga di Taman Dewari, pengunjung Lopburi Sun Flower Garden juga dikenai tiket masuk dan parkir. Begitu sudah di area padang bunga, pengunjung bebas mengambil gambar sepuasnya. Pengelola membangun beberapa panggung kayu untuk pengunjung yang ingin mendapatkan view hamparan luas.

Tak hanya menyediakan spot untuk foto, pengelola padang bunga Lopburi juga menyediakan tempat-tempat peritirahatan lengkap dengan kuliner khas Thailand. Pengunjung bisa istirahat sekaligus makan minum. Selain itu juga disediakan cendera mata dan oleh-oleh khas Lopburi.

Kebun bunga matahari ini tak hanya untuk lokasi selfie. Selain diolah untuk menjadi ekstrak minyak, biji bunga matahari juga menjadi bahan kuaci. Selain itu bunga matahari digunakan untuk ternak lebah penghasil madu.

Lanjutkan Membaca ↓