Gubernur Sumsel: Perusakan Kapel di Ogan Ilir Murni Kriminal

Oleh Nefri Inge pada 09 Mar 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 09 Mar 2018, 10:00 WIB
Gubernur Sumsel Sebut Perusakan Kapel di Ogan Ilir Murni Kriminal
Perbesar
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menegaskan bahwa kasus perusakan rumah ibadah umat Katholik di Kabupaten Ogan Ilir murni tindakan kriminal. (Liputan6.com/Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin berang ketika mendengar adanya aksi perusakan rumah ibadah umat Katolik, di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, pada Kamis dini hari, 8 Maret 2018.

Kapel umat Katolik tersebut berada di Desa Mekar Sari, Dusun 3, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Kapel Santa Zakaria digunakan sekitar 60-an umat Katolik setempat dan sudah berdiri sejak 2000.

Menurut Gubernur Sumsel, kejadian tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan konflik agama di Sumsel karena Sumsel dikenal sebagai kawasan zero conflict, termasuk masalah suku, agama, dan ras (SARA).

"Informasi dari tokoh agama setempat, perusakan rumah ibadah di Kabupaten Ogan Ilir itu ini murni kriminal, tidak ada unsur SARA," katanya di Griya Agung Sumsel, Jalan Demang Lebar Daun Palembang, kemarin.

"Ini ditandai dengan tetap terjalin kerukunan dan kedamaian antarwarga di Sumsel. Sudah lama kita pertahankan," ia menambahkan.

Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sumsel itu berjanji akan terus berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk mengusut tuntas kasus ini. Para perusak kapel itu juga akan langsung ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Alex Noerdin meminta agar permasalahan itu tidak sampai membuat para warga Sumsel terprovokasi serta tidak perlu dibesar-besarkan yang menimbulkan ketidaknyamanan umat beragama.

Sebagai warga Sumsel, ia meminta kepada seluruh warga, baik yang sudah lama tinggal di Sumsel maupun pendatang, agar terus menjaga kerukunan antarumat beragama.

"Kita selalu bangga dengan ikon zero conflict. Jangan ada yang mencoba untuk merusaknya. Ini jadi prioritas kepolisian," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Bukan Kepentingan Pilkada

Gubernur Sumsel Sebut Perusakan Kapel di Ogan Ilir Murni Kriminal
Perbesar
Kondisi rumah ibadah umat Katholik yang dirusak pelaku. (dok. istimewa/Nefri Inge)

Alex Noerdin mengaku sudah bertemu dengan Wakapolda Sumsel dan sudah mendapat penjelasan tentang kasus tersebut. Para perusak itu juga kini masih dikejar polisi.

Mengingat para perusak belum tertangkap, Gubernur Sumsel tidak mau berburuk sangka perihal motif tertentu dalam aksi perusakan rumah ibadah tersebut. Mantan Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) itu juga menegaskan, perusakan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar di sembilan Kabupaten/Kota dan provinsi Sumsel.

"Tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel juga tidak kecolongan. Akan kami dalami siapa yang menyuruh pelaku," katanya

Toleransi antarumat beragama, lanjut Alex Noerdin, sudah sangat terjaga di Sumsel. Bahkan, Sumsel merupakan pionir kawasan Zero Conflict dengan membangun enam tempat ibadah secara berdekatan.

Di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) yang menjadi lokasi perhelatan Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel membangun enam rumah ibadah secara berderetan.

"Cuma di sini, enam rumah ibadah umat beragama berdekatan. Saya tidak khawatir (kasus) ini merusak Asian Games 2018," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓