Tangkap Orang Gangguan Jiwa, Tim Gegana Dilempari Kotoran

Oleh Dian Kurniawan pada 06 Mar 2018, 07:30 WIB
Diperbarui 08 Mar 2018, 07:13 WIB
ODGJ

Liputan6.com, Mojokerto - Jika biasanya eksekusi terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa dilakukan oleh dinas kesehatan, namun tidak dengan eksekusi yang terjadi di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (5/3/2018). Eksekusi Orang dengan Gangguna Jiwa (ODGJ) ini dilakukan oleh Tim Gegana Polda Jatim.

Bak penggerebekan teroris, proses pengamanan terhadap Agung Suprapto (38) ini berjalan dramatis. Petugas yang datang langsung mengepung sebuah rumah yang dipakai penderita ganggguan jiwa itu untuk bersembunyi.

Agung pun melawan. Di dalam rumah, dia sudah menyiapkan sebuah celurit untuk bersiaga. Bahkan, petugas yang mencoba masuk, dilempari dengan kotoran dan air kencing sehingga tim gegana menyelamatkan diri.

Tim Gegana diturunkan hanya untuk menangkap Orang Dengan Gangguan Jiwa. Foto: (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Setelah satu jam lebih mengepung rumah Agung, Tim Gegana terpaksa memberikan sejumlah tembakan gas air mata ke dalam rumah tersebut untuk melumpuhkannya.

Anehnya, meski rumah tersebut sudah dipenuhi asap, namun orang gangguan jiwa itu tetap mengunci diri di dalam rumah.Tak lama, petugas berhasil membuka pintu utama dan langsung mengikat tangan Agung untuk dibawa ke mobil Gegana.

"Ini pertimbangan-pertimbangan keselamatan kita semua, karena yang ahlinya kan Tim Gegana untuk menangani masalah seperti ini. Dan terus terang, ini untuk keselamatan kepolisian,” Kata Kapolsek Trowulan Kompol Mohammad Sulkan.

 

 

2 of 2

Sempat Mengamuk

ODGJ
Tim Gegana diturunkan hanya untuk menangkap Orang Dengan Gangguan Jiwa. Foto: (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Sementara itu, menurut Kepala Desa Bicak Imam Mahfudi, sebelum diamankan, Agung Suprapto sempat beberapa kali mengamuk dengan membawa senjata tajam berupa celurit dan potongan pipa besi.

"Tadi pagi ngamuk, bawa celurit lalu ngancam-ngancam-ngancam warga. Untukngnya gak ada korban, karena warga menghindar semua," katanya.

Selama ini, Agung hidup sebatang kara karena ayahnya tinggal di rumah kerabatnya, sedangkan ibu Agung sudah meninggal sekitar sepuluh tahun lalu. Gangguan jiwa tersebut, dialami Agung setelah ibunya meninggal.

"Dulu sempat dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) Lawang. Tapi, sejak Sembilan bulan lalu kambuh dan sering mengamuk," lanjut Imam.

Rencananya, Agung akan kembali dibawa ke RSJ Lawan untun mendapat perawatan intensif.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by