Ketika Warga Yogya Iseng Menyusun Batu Bertumpuk di Sungai

Oleh Yanuar H pada 03 Mar 2018, 07:00 WIB
Diperbarui 03 Mar 2018, 07:00 WIB
Tony Sunaryo Warga Brongkol iseng susun batu sungai jadi batu bertumpuk

Liputan6.com, Yogyakarta - Warga Brongkol, Argodadi, Sedayu Bantul membuat kreasi dengan menumpuk batu di sungai seperti fenomena yang terjadi beberapa waktu terakhir. Tony Sunaryo, warga Brongkol, yang menumpuk batu-batu itu mengaku hanya iseng mengikuti kejadian batu bertumbuk di Sungai Cibojong, Sukabumi. Ia sendiri baru kali pertama menyusun batu kali.

"Cuma iseng-iseng banyak batu di kali pada nganggur lalu dibikin itu. Inisiatif saya sendiri," katanya di Desa Brongkol Argodadi Sedayu Bantul Jumat, 2 Maret 2018.

Setidaknya ada puluhan batu bertumpuk yang disusun bersama temannya, di sungai kecil Brongkol. Ia menumpuk batu itu selama satu jam mulai dari jam 12.00 - 13.00 WIB.

"Yang ke salatan itu kecil-kecil itu sore setengah lima sampai magrib," katanya.

Menurutnya, ia hanya menumpuk batu itu secara spontan saja. Ia tidak menyangka jika aksi isengnya itu mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari karang taruna hingga pihak kecamatan.

"Karangtaruna mungkin mendukung sekarang. Tadi Pak polisi ke sini Pak Camat," katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui teknik menumpuk batu seperti halnya di komunitas Rock Balance. Ia pun tidak mengetahui jika batu bertumpuk yang dibuatnya itu memiliki sebutan khusus.

"Enggak ikut komunitas rock balance. Asal saja, enggak ada teknik, asal yang kecil enggak goyang, enggak ambruk, ya kasih lagi," katanya

Batu bertumpuk di sungai Brongkol argodadi sedayu bantul gegerkan warga
Air sungai yang bersih menjadi pilihan warga mandi di sungai
2 dari 3 halaman

Air Sungai Bersih Harus Dijaga

Tony mengaku keisengan itu berawal dari kebiasaannya mandi di sungai Brongkol yang airnya masih bagus dan bersih. Hal yang sama juga diutarakan oleh Camat Sedayu, Fauzan Mu'arifin tentang kondisi air sungai di Argodadi itu.

"Ya masih bagus karena sumber air dari Mentes dari Argorejo. Sepanjang aliran ini masih juga banyak yang ngalir mata air ke sini," katanya.

Namun, ia tidak memungkiri sungai lain di wilayahnya masih tercemar limbah dan sampah warga. Bahkan, beberapa waktu lalu ada warga yang keracunan karena pembuangan limbah ke sungai Konteng Sedayu.

"Beberapa waktu lalu di sungai Konteng ada keracunan, ada limbah zat asitelin. Jadi memang mulai terkontaminasi," katanya.

Momen ini menjadi kesempatan bagi dirinya untuk mengampanyekan sungai yang bersih dari sampah. Sebab, sungai bisa menjadi wisata alternatif baru di Bantul jika dijaga bersih dan layak.

"Saya ketemu dukuh dan LPMD saya minta mereka bikin skenario agar sungai terjamin sampah tidak dibuang di sini. Saya minta mereka membuat proposal agar ke depannya bisa menjadi destinasi wisata alternatif," katanya.

Batu bertumpuk warnai jernihnya sungai brongkol argodadi sedayu
25 batu bertumpuk ditemui di sepanjang sungai brongkol
3 dari 3 halaman

Program Cintai Alam Sedayu

Fauzan mengaku saat ini setidaknya ada empat titik sungai yang bisa menjadi wisata alternatif di Sedayu Bantul. Salah satunya di sungai kecil Brongkol Argodadi Sedayu, Bantul ini.

"Sungai ini, sungai njeru di gapura selatan ya setidaknya ada empat titik yang sudah jalan," katanya.

Menurutnya, rock balance yang ditampilkan anak muda Karang Taruna Dusun Brongkol ini bisa menjadi pemantik lahirnya destinasi wisata berbasis alam walaupun masih banyak yang harus dikembangkan lagi.

"Di sini namanya Kedung Watu. Nah nanti kedung watunya ini bisa dibuat tulisan atau lukisan biar bagus," katanya.

Dia mengatakan tempat yang bisa menjadi lokasi wisata ada di Kedung Batu Brongkol yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter. Ditambah air yang bersih maka cukup menarik dikunjungi.

"Di sana (dikedung) itu bisa buat mandi, sekarang anak-anak itu pada mandi di sana semua," katanya.

Ia pun memliliki program cinta alam di sungai Sedayu yaitu dengan menebar benih ikan. Hal ini sudah dilakukan oleh 24 pasangan pengantin di Sedayu.

"Makanya bagi kami punya program bagi pengantin baru agar menabur benih untuk menebar ikan di sungai dulu dari November 2017 saat ini ada 24 pasang," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓