Pagi Segar dari Taman Reklamasi Bekas Lahan Tambang Batu Kapur di Tuban

pada 01 Mar 2018, 06:03 WIB
Diperbarui 26 Des 2018, 15:14 WIB
Lahan Eks Tambang Batu Kapur "Disulap" Jadi Taman Bukit Daun

Tuban - Bekas lahan tambang tidak selamanya berakhir gersang dan tak bisa lagi terpakai. Ada cara untuk memanfaatkan lahan tersebut sehingga bisa digunakan kembali.

Seperti yang dilakukan PT Semen Indonesia Tbk dalam mengoptimalkan bekas lahan tambang seluas 187,66 hektare salah satunya di kawasan Tuban. Lahan itu disulap menjadi wisata taman dan konservasi tumbuhan sebagai upaya penghijauan.

Pantauan Solopos.com, tempat wisata taman Bukit Daun milik Semen Gresik berada di Sumberarum, Kerek, Tuban, atau sekitar 18 km dari kota Tuban. Lokasinya juga tak jauh dari area kantor Semen Gresik Pabrik Tuban.

Taman bekas lahan tambang yang didesain menyerupai bentuk daun jika dilihat dari atas ini mulai digarap pada Desember 2016 dan rampung pada Januari 2018. Taman seluas 1.000 meter persegi ini memiliki 10 tanaman langka yang jarang dijumpai seperti kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, kurma, dan sejumlah tanaman jenis obat.

Taman Bukit Daun ini dilengkapi dengan fasilitas toilet dan parkir. Sebagai destinasi wisata baru di Tuban, Taman Bukit Daun dibuka Senin-Jumat pukul 15.00 WIB-17.00 WIB. Sedangkan Sabtu dan Minggu buka pukul 08.00 WIB-17.00 WIB.

 

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com di sini.

2 of 2

Upaya Reklamasi

Lahan Eks Tambang Batu Kapur "Disulap" Jadi Taman Bukit Daun
Taman Bukit Daun di Tuban. (Peni Widarti/JIBI/Bisnis)

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso model pemanfaatan bekas lahan tambang ini juga akan dilakukan di semua anak usaha Semen Indonesia.

"Kami berupaya menjalankan komitmen reklamasi pertambangan yang sasarannya adalah penghijauan karena kami ingin taman ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ini adalah pola yang akan jadi standar kita," ujarnya di sela-sela peresmian wisata Taman Bukit Daun Tuban, Kamis (22/2/2018).

Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin menambahkan, intinya selama ada kegiatan operasi penambangan batu kapur dan tanah liat, maka akan terus ada kegiatan reklamasi dan penghijauan yang bermanfaat.

"Ini hal yang menggembirakan dan memang awam di mana tambang yang selama ini dianggap mengerikan tapi ternyata bisa hidup bahkan lebih indah," ujarnya.

Mukhamad Saifudin menambahkan setiap tahun rata-rata Semen Gresik melakukan reklamasi lahan pasca tambang seluas 20 hektare. Hingga 2017, Semen Indonesia sendiri sudah menggarap 187,66 hektare lahan pasca tambang batu kapur. Dari luasan lahan tambang tersebut ada sekitar 187.395 batang pohon.

Sedangkan lahan di pasca tambang tanah liat seluas 67,04 hektare dengan ditanami 109.932 batang pohon, di antaranya seperti jati, johar, mahoni, sengon, flamboyan, trembesi dan kesambi. Termasuk menjadikan lahan pasca tambang tanah liat sebagai keramba untuk budidaya ikan nila oleh warga sekitar.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓