Gara-Gara Pamer Alat Kelamin, Pekerja Asing Asal India Diciduk Polisi Bintan

Oleh Batamnews.co.id pada 28 Feb 2018, 20:02 WIB
Diperbarui 13 Des 2018, 10:56 WIB
20160525-Ilustrasi Alat Kelamin Pria-iStockphoto

Batam - Anggota Polsek Bintan Utara (Binut) menciduk seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal India yang bekerja di PT Singatac Lobam, Rengaraj Penussamy. Pengamanan ini dilakukan karena Rengaraj diduga berperilaku aneh di depan karyawati PT Esco Bintan Indonesia Lobam, Senin, 26 Februari 2018.

"TKA India itu sudah ditangkap anggota polisi. Dia dilaporkan atas perilaku aneh (menunjukkan alat kelaminnya) dihadapan karyawan wanita," ujar salah satu karyawan Kawasan Industri Lobam, Kemet, kepada Batamnews.co.id, Selasa, 27 Februari 2018.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Jaswir membenarkan jika TKA India, Rengaraj Penussamy telah diciduk anggotanya. Namun, pelaku tidak ditahan karena pelanggarannya sebatas kesusilaan.

"Rengaraj Penussamy sudah kami panggil ke kantor. Tapi sudah kami bebaskan karena sebatas pelanggaran kesusilaan saja," ujarnya.

Terungkapnya perlakuan pelanggaran kesusilaan yang dilakukan TKA itu bedasarkan laporan dari karyawati Kawasan Industri Lobam, Yovita Eraya. Menurut laporannya, pria asal India itu memegang alat kelaminnya di hadapan karyawati tersebut ketika berada di dormitori (tempat istirahat) pekerja PT Esco Bintan Indonesia, Senin sekitar pukul 17.30 WIB.

 

Baca berita menarik lainnya dari Batamnews.co.id.

 

2 of 2

Penyelesaian Kasus

20160525-Ilustrasi Alat Kelamin Pria-iStockphoto
Ilustrasi Alat Kelamin Pria (iStockphoto)

Merasa risih, Yovita buru-buru masuk ke dalam kamar dormitorinya. Lalu, dia memberitahukan kejadian itu kepada kedua rekan kerjanya yaitu Dewi dan Eva.

Lantas, TKA itu malah nekat mengetuk pintu dan memaksa ingin masuk ke dalam kamar. Bahkan, mengintip lewat jendela dikarenakan pintu kamar dikunci.

"TKA itu mengaku konsumsi alkohol. Tapi tidak mabuk karena bicaranya lancar," kata Jaswir.

Selain mengonsumsi alkohol, TKA itu mengaku jika sedang dirundung masalah keluarga di negaranya. Akibatnya, timbul niat buruk memainkan alat kelamin di hadapan karyawati itu.

Namun, permasalahan ini sudah terselesaikan. Sebab manajemen tempat TKA itu bekerja sudah meminta maaf kepada karyawati yang melaporkan kejadian tersebut.

"Untuk langkah selanjutnya, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi Kelas II A Tanjunguban," dia menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓