Status Darurat Banjir Cirebon Timur Berlaku hingga 8 Maret 2018

Oleh Panji Prayitno pada 27 Feb 2018, 08:33 WIB
Diperbarui 01 Mar 2018, 08:13 WIB
Status Darurat Banjir Cirebon Timur Belum Dicabut

Liputan6.com, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon belum mencabut status darurat banjir yang terjadi di kawasan timur Cirebon. Hingga saat ini, upaya penanggulangan banjir terus dilakukan, termasuk penyaluran bantuan korban.

Dari data yang dihimpun, banjir yang melanda Kabupaten Cirebon dalam beberapa hari terakhir merendam 9.398 unit rumah warga. Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman menyebutkan, rumah yang terendam tersebar di lima kecamatan.

Perinciannya adalah di Kecamatan Losari ada 278 rumah, Kecamatan Waled 1.306 rumah, Kecamatan Pasaleman 3.537 rumah, Kecamatan Pabedilan 1.388 rumah, dan Kecamatan Ciledug ada 2.889 rumah.

"Jumlah warga yang terdampak banjir ada 10.649 kepala keluarga (KK), 43.268 jiwa," ujar Eman, Senin, 26 Februari 2018.

Dia menyebutkan, ribuan warga tercatat terdampak banjir parah yang ada di timur Cirebon. Yakni 1.360 jiwa di Kecamatan Losari, 5.345 jiwa di Kecamatan Waled, 15.498 jiwa di Kecamatan Pasaleman, 6.493 jiwa di Kecamatan Pabedilan, dan 14.772 jiwa di Kecamatan Ciledug.

Pemkab Cirebon, kata dia, telah menetapkan status tanggap darurat terkait bencana banjir selama 14 hari. Penetapan itu dilakukan setelah rapat terbatas di Balai Desa Cilengkrang Girang, Kecamatan Pasaleman, Jumat, 23 Februari 2018 lalu.

Rapat dipimpin Plt Bupati Cirebon, Selly Andriani Gantina bersama Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Infantri Irwan Budiana, selaku Komandan Tanggap Bencana di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Untuk memenuhi kebutuhan logsitik bagi korban banjir, kami sudah bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada," sebut Plt Bupati Cirebon, Selly Andriani Gantina.

2 of 2

Tiga Orang Meninggal

Status Darurat Banjir Cirebon Timur Belum Dicabut
Banjir merendam ribuan rumah di kawasan timur Cirebon akibat luapan Sungai Cisanggarung. (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Dari hasil kaji cepat di lapangan, tercatat ada tiga korban jiwa meninggal dunia. Eman Sulaeman menyebutkan, dari tiga korban jiwa itu, satu orang meninggal terendam di lokasi banjir dan dua orang meninggal di rumah sakit.

Dari ketiga korban, dua di antaranya merupakan warga Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug dan satu orang warga Desa Ciledug Lor, Kecamatan Ciledug. Tiga korban meninggal dunia tersebut masing-masing bernama Tarilah (43), warga Desa Ciledug Lor, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon.

Korban meninggal lainya adalah Unel (70) dan Encing (40), warga Blok Jatiseeng, Kecamatan Ciledug. Keduanya, kata Eman, meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit.

"Karena faktor usia dan ada penyakit juga dan dua yang lain meninggal di rumah sakit setelah dilakukan evakuasi," ujar dia,

Eman mengatakan, selain korban jiwa, banjir yang terjadi kemarin juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka, pingsan, serta kedinginan. Namun, Eman mengaku tidak bisa menyebutkan data pasti karena masih dalam pendataan oleh tim medis.

"Kalau yang mengalami luka banyak, ada yang jatuh dari atap, ada juga yang pingsan karena kedinginan, namun kami masih berkoordinasi dengan dinas terkait untuk jumlah pastinya," kata Eman.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by