Pulang Kondangan, 2 Warga Cirebon Terseret Arus Sungai Kalijaga

Oleh Liputan6.com pada 26 Feb 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Feb 2018, 09:13 WIB
Masih Meluap, Jalur Kereta Api Cirebon Lumpuh Total

Liputan6.com, Cirebon - Dua warga Kota Cirebon, Jawa Barat, terseret banjir bandang yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dan satu lagi mengalami luka-luka setelah terbawa arus.

"Korban meninggal dunia atas nama Mulyana (43) dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit," kata Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, Agung Sedijono di Cirebon, Minggu, 25 Februari 2018, dilansir Antara.

Sementara itu, seorang lagi yang mengalami luka-luka atas nama Ma'ad (46). Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Budi Luhur Kota Cirebon.

Agung mengatakan kedua korban itu terbawa arus Sungai Kalijaga pada Minggu, 25 Februari 2018, pukul 16.30 WIB setelah menghadiri undangan.

"Korban akan pulang ke rumah masing-masing dan saat melewati Sungai Kalijaga, karena kaget ada air banjir datang tiba-tiba, keduanya terpeleset jatuh dan terseret air," tuturnya.

Setelah dicari oleh Tim SAR dan warga setempat, akhirnya kedua orang tersebut ditemukan. Korban selamat ditemukan tidak jauh dari lokasinya terpeleset, sehingga nyawanya bisa tertolong.

Sementara itu, Mulyana (43) ditemukan satu jam kemudian yaitu sekitar pukul 17.30 WIB dan sudah tidak bernyawa. "Lokasi ditemukan korban meninggal itu di daerah Lobunta, Desa Banjarwangunan pada pukul 17.30 WIB," katanya.

 

 

2 of 2

Siapkan Antibisa Ular

Obati Gigitan Ular dengan Antibisa Ular
Obati Gigitan Ular dengan Antibisa Ular

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyediakan antibisa ular dan antitetanus di posko banjir karena rentan terjadinya gigitan ular pascabanjir.

"Sebagai bentuk antisipasi kita siapkan obat antibisa ular dan obat antitetanus di setiap posko banjir," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni.

Eni mengatakan, ada salah satu posko kesehatan di wilayah banjir menerima korban yang terkena gigitan ular. Beruntung, posko sudah menyediakan obat antibisa ular.

Selain itu, di setiap posko yang didirikan terdapat obat antitetanus agar masyarakat yang menjadi korban banjir bisa dilindungi secara maksimal.

Dari laporan yang diterima, korban banjir di Cirebon bagian timur sudah mulai terkena sejumlah penyakit dan sebagian besar masyarakat mulai terkena gatal dan panas dingin.

"Kami pastikan kebutuhan obat-obatan untuk para korban banjir di Cirebon sudah siap. Kita sempat kewalahan karena jumlah tenaga yang ada kurang memadai," tuturnya.

Dibantu sejumlah puskesmas sekitar dan organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), permasalahan itu teratasi.

Untuk posko kesehatan, Eni memastikan sudah didirikan di seluruh desa yang terdampak banjir Cisanggarung. Posko itu rencananya akan berdiri hingga 2 Maret 2018 sesuai dengan tanggap darurat yang sudah ditetapkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓