Miris, Belasan Siswa SMP di Gunungkidul Bikin Video Asusila di Kelas

pada 20 Feb 2018, 16:04 WIB
Ilustrasi Pornografi

Yogyakarta - Belasan siswa dari salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diduga membuat video mengandung unsur asusila. Dari video berdurasi sekitar 38 detik itu terlihat seorang siswi payudaranya dipegang-pegang.

Kepala sekolah SMP di Kecamatan Playen Mursinah mengakui video asusila itu memang dibuat oleh 11 siswanya yang masih duduk di bangku kelas IX. Mereka merekam kemudian diunggah melalui media sosial.

"Memang benar siswa kami. Ada sebelas anak, seorang yang merekam, ada yang menjadi objeknya dan raja sawernya," katanya kepada JawaPos.com, Senin, (19/2/2018).

Dari pengetahuannya video itu direkam di salah satu kelas saat pergantian jam pelajaran. Seharusnya mereka ke perpustakaan namun malah melakukan kegiatan yang tak senonoh tersebut.

Ironisnya, ada yang mengunggah video asusila itu di jejaring sosial Facebook, yang akhirnya menyebar.

Baca berita menarik lainnya dari JawaPos.com di sini.

 

2 of 2

Informasi Bermula dari Alumni

Ilustrasi video porno
Ilustrasi video asusila. (Foto: iStockphoto)

Kemudian, lanjut Mursinah, ia mengetahui informasi video asusila itu dari seorang alumnus pada awal Februari lalu. Setelah itu, pihaknya pun langsung melakukan pemanggilan terhadap para siswa yang bersangkutan dan diberi pembinaan. "Katanya hanya iseng, tapi kebablasan," tuturnya.

Dari video itu, seorang siswi diketahui yang melakukan perekaman. Kemudian beberapa temannya berkeliling di belakangnya. Di dalamnya sambil terdengar kata-kata "sawer", siswi yang merekam memasukkan bungkus rokok dan kertas ke dalam baju seragamnya.

Lantas beberapa rekannya itu kemudian memasukkan uang kertas ke baju sambil memegang-megang dada siswi tersebut.

"Kami akan intensifkan operasi handphone," lanjut Mursinah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid belum mengetahui informasi tentang video tersebut.

"Kami masih mencari informasi kebenarannya. Kalau memang benar, akan kami berikan pembinaan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓