5 Kota Jadi Tujuan Favorit Libur Imlek

Oleh Liputan6.com pada 15 Feb 2018, 12:31 WIB
Diperbarui 17 Feb 2018, 12:13 WIB
Jelang Imlek, Klenteng Klenteng tertua, Hok Lay Kiong, di Bekasi bersolek. (Liputan6.com/Fernando Purba)

Liputan6.com, Jakarta - Tahun ini, hari raya Imlek 2569 akan menjadi liburan akhir pekan panjang karena jatuh pada Jumat besok atau 16 Februari 2018. Libur panjang pada umumya menjadi kesempatan untuk menyambangi kota lain. Bahkan, jumlah pemesanan tiket transportasi diperkirakan akan naik pada liburan Imlek tahun ini.

Dilansir Antara, Kamis (15/2/2018), biro perjalanan berbasis dalam jaringan Pegipegi dalam siaran pers mencatat terdapat kenaikan pemesanan tiket pesawat sebanyak 13,5 persen untuk Tahun Baru Imlek 2018 dibandingkan dengan akhir pekan biasa.

Situs lainnya, Traveloka, dalam keterangan terpisah menyatakan perjalanan pada libur Imlek meningkat sekitar 30-40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari kedua situs tersebut, kota yang menjadi tujuan liburan Imlek adalah Jakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Yogyakarta.

1. Jakarta

Ibu Kota memiliki daerah Pecinan di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, yang memiliki kelenteng tertua di Jakarta, Jin De Yuan. Kawasan Glodok juga menawarkan makanan peranakan maupun pernak-pernik khas tahun baru China.

2. Surabaya

Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini juga menjadi salah satu tempat yang kaya akan budaya Tionghoa. Beberapa klenteng ditetapkan sebagai cagar budaya, seperti Klenteng Hong Tiek Hian dan Hok An Kiong.

3. Medan

Kota Medan di Sumatera Utara, juga dihuni komunitas Tionghoa yang sudah lama menetap di sana. Selain menawarkan wisata perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa, Medan juga memiliki kawasan kuliner di Jalan Selat Panjang yang ramai hingga larut malam.

4. Denpasar

Pulau Bali merupakan tujuan wisata di musim liburan apa pun. Pulau yang terkenal memiliki pantai-pantai yang indah menjadi tujuan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

5. Yogyakarta

Para pelancong dapat mengunjungi kawasan Pecinan terbesar di Yogyakarta, Kampung Ketandan untuk menikmati kemeriahan Imlek.

2 dari 3 halaman

Lampion Cantik Bakal Semarakkan Malam Tahun Baru Imlek di Kelenteng Cokro

Suasana Jelang Imlek di Pasar Petak Sembilan Glodok
Suasana Jelang Imlek di Pasar Petak Sembilan Glodok

Perayaan tahun baru Imlek sudah terasa di Kelenteng Hong San Ko Tee. Sebelum pelaksanaan sembahyang menyambut pergantian tahun Imlek 2569, umat bersama pengurus kelenteng yang berada di Jl. HOS Cokroaminoto itu, pada Senin, 12 Februari 2018 memasang sekurangnya 150 lampion di lingkungan klenteng.

"Kemarin sudah kami lakukan bersih-bersih lingkungan kelenteng dan membersihkan seluruh rupang atau patung yang ada di dalam kelenteng. Hari ini secara khusus kami memang memasang lampion di lingkungan kelenteng," kata A Kiong pengurus kelenteng Hong San Ko Tee kepada Suarasurabaya.net.

Menurut A Kiong, setiap menjelang pelaksanaan Imlek, umat bersama dengan pengurus bahu-membahu mengerjakan berbagai persiapan untuk persembahyangan. "Mulai dari membersihkan kelenteng, mencuci rupang, memasang lampion, dikerjakan bersama-sama," kata A Kiong.

Tahun ini, kelenteng yang lebih dikenal dengan sebutan kelenteng Cokro tersebut mempersiapkan sekurangnya 150 lampion merah untuk perayaan Imlek tahun ini. Setelah dirangkai, satu per satu lampion dengan diameter kurang lebih 30 cm itu dipasang di beberapa tempat di dalam kelenteng.

Dua pekerja menggunakan tangga memasang lampion merah di dekat halaman kelenteng. Sebagian sisanya diletakkan tidak jauh dari pintu masuk kelenteng bagian dalam. "Lampion dipasang di bagian halaman kalau malam kelihatan indah, dipadu dengan lilin dari dalam kelenteng," terang A Kiong.

Baca berita menarik lainnya dari Suarasurabaya.net di sini.

 

3 dari 3 halaman

Umat Ramaikan Kelenteng pada Malam Pergantian Tahun

Jelang Imlek, Klenteng Klenteng tertua, Hok Lay Kiong, di Bekasi bersolek.
Jelang Imlek, Klenteng Klenteng tertua, Hok Lay Kiong, di Bekasi bersolek. (Liputan6.com/Fernando Purba)

A Kiong menambahkan setelah pelaksanaan pencucian rupang, pengurus kelenteng mempersiapkan persembahyangan untuk umat. Mulai dari kertas Kimchua, lilin, dupa, hingga minyak untuk persembahyangan sudah dipersiapkan.

"Seperti biasa, keramaian justru terjadi sebelum pergantian tahun Imlek. Umat berdatangan ke kelenteng, bersama keluarga, dan kerabat, membakar dupa, menyalakan lilin, dan membakar kertas kimchua, terus bersama-sama menunggu malam pergantian tahun," pungkas A Kiong.

Persiapan menjelang Imlek 2569 juga terlihat di Kelenteng Dukuh Jalan Dukuh. Beberapa pengurus mempersiapkan lilin dan kimchua untuk persembahyangan Kamis, 15 Februari 2018 mendatang. "Persiapan sudah kami lakukan seminggu kemarin," ujar Budi Waluyo pengurus Kelenteng Dukuh.

Kamis malam nanti dipastikan umat Tri Dharma di Surabaya akan memenuhi kelenteng-kelenteng di sejumlah tempat di Kota Surabaya. Persembahyangan malam pergantian tahun baru Imlek biasa dilakukan sebelum pukul 00.00 WIB dan ditandai dengan sembahyang bersama.

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓