Bagaimana Nasib Wabup Morowali Utara Usai Ngamuk di Pelantikan?

Oleh Apriawan pada pada 14 Feb 2018, 18:31 WIB
Apa Pemicu Kemarahan Wabup Morowali Utara dalam Pelantikan Pejabat?

Liputan6.com, Palu - Atripel Tumimomor, Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, meminta maaf kepada msyarakat atas insiden mengamuknya Wakil Bupati Asrar Abdul Samad pada acara pelantikan pejabat eselon III dan IV pada Jumat, 9 Februari 2018 lalu.

"Kepada masyarakat Morut, saya menyampaikan permohonan maaf dan juga kepada bapak Gubernur Sulteng karena sudah merepotkan beliau atas insiden ini," ujar Ipeh, panggilan akrabnya, usai menghadiri kegiatan pemerintahan di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa, 13 Februari 2018.

Ipeh mengaku sejak kejadian itu, hingga saat ini belum menjalin komunikasi dengan wakil bupatinya itu. Ipeh mengaku sudah menyerahkan semua persoalan kepada kuasa hukumnya.

Ia menilai apa yang dikatakan Wabup Morowali Utara sudah melampaui batas dan merusak nama baiknya di mata masyarakat. Ia berharap wakilnya dapat mempertanggungjawabkan tuduhan yang dilontarkannya dengan berteriak di depan umum kepada pihak berwajib.

"Apa yang diucapkan wabup itu semua tidak benar, tidak ada yang namanya fee 15 persen. Tidak ada proyek yang saya mainkan, yang urus proyek itu kepala organisasi pemerintah daerah (OPD)," katanya.

Ia juga sudah menjalani pemeriksaan oleh tim investigasi yang dibentuk Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Tim investigasi telah selesai menyelidiki insiden mengamuknya Wabup Morowali Utara. Hasil investigasi berupa data-data tersebut sudah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

"Wakil bupati sudah kita investigasi dan wakil bupati juga mengakui dengan berbagai kekurangan dan kelemahan yang ia lakukan. Hasil itu kita laporkan ke Mendagri," kata Longki.

 

 

1 of 2

Disekolahkan Kembali

Bagaimana Nasib Wabup Morowali Utara Usai Ngamuk di Pelantikan?
Wakil Bupati Morowali Utara, Asrar Abd. Samad. Ia marah-marah dan menendang kursi saat pelantikan pejabat. Foto: (Apriawan/Liputan6.com)

Setelah itu, katanya, Mendagri yang akan menilai dan mengambil keputusan soal sanksi atas perbuatan Wakil Bupati Morut tersebut. Ia juga menjelaskan pemeriksaan Bupati Morowali Utara untuk mendapatkan informasi berimbang dari kedua belah pihak.

"Meskipun sebenarnya Pak Bupati tidak perlu lagi kita dengar karena yang bereaksi kan wakil bupati bukan bupati. Bupati tidak berkomentar, tidak berkata-kata, hanya diam saja pas kejadian itu," ucapnya.

Gubernur menyebut sejumlah hasil investigasi yang diperoleh tim selama beberapa hari melakukan penyelidikan. "Benarkah dia ngamuk? itu betul. Benarkah dia merobek SK (Surat Keputusan)? itu betul. Benarkah dia menendang mobil? itu betul," kata Longki.

Jika pada akhirnya Asrar Abdul Samad dijatuhi sanksi, kata gubernur, paling tidak berupa penyekolahan kembali Wabup Morowali Utara setidaknya tiga bulan.

"Sebagai seorang pemimpin untuk dimatangkan dan diberi pengetahuan yang memadai. Sekolah beneran. Kita akan usulkan seperi itu," ujarnya.

Selain melaporkan hasil investigasi di Morowali Utara, gubernur juga telah melaporkan hasil investigasi perseteruan antara Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli yang lebih dulu akibat Wabup Tolitoli mengamuk saat bupatinya melantik pejabat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓