Sambut Pagi di Tempat-Tempat Keramat Bawean

pada 10 Feb 2018, 06:00 WIB
Tanjung Gaan Bawean

Gresik - Tanjung Ga'an manjadi salah satu objek wisata di Bawean, Gresik, Jawa Timur. Letaknya berada di dusun Sumur-Sumur Kumalasa. Di balik keindahan alamnya menyimpan banyak hikayat, seperti di ujung barat ada batu karang berbentuk jembatan.

Menurut masyarakat setempat batu tersebut adalah jembatan yang menyatu dengan pantai Tanjung Kodok Paciran Lamongan. Dulu, di Bawean banyak dihuni binatang buas seperti harimau, singa, ular, dan sebagainya. Oleh Maulana Umar Mas’ud binatang buas itu diusir ke Jawa melalui jembatan Tanjung Ga'an, Bawean, Gresik.

Setelah semua binatang buas tersebut sampai di Jawa maka jembatan Tanjung Ga'an dan Tanjung Kodok dipisah supaya binatang buas tidak kembali ke Bawean.

"Kita boleh percaya atau tidak tetapi yang pasti saat ini di Bawean tidak pernah dijumpai binatang buas," kata salah satu warga Abdul Azis kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Cerita versi lain menyebutkan bahwa batu yang berbetuk jembatan itu menjadi petunjuk bahwa di sanalah tempat berlabuhnya para wali yang berdakwah di Bawean, seperti Sunan Bonang, Sunan Ampel, para murid Sunan Giri dan Waliyah Zainab. Di antara mereka Sunan Bonang-lah yang sering datang ke Pulau Bawean, Gresik.

Pasalnya, Bawean saat itu berada di bawah kekuasaan Kadipaten Tuban. Pelabuhan Bawean tempo dulu memang berada di sebelah barat Tanjung Ga'an tepatnya di Labuhan.

 

Baca berita menarik lainnya dari Jawapos.com di sini.

 

2 of 2

Mitos di Tanjung Ga'an

Bawean
Tanjung Gaang.

Di bawah bebatuan Tanjung Ga’an konon dihuni buaya buntung. Buaya ini hanya muncul pada saat tertentu dan kepada orang-orang tertentu.

Buaya ini muncul sebagai isyarat bahwa Tanjung Ga'an tidak boleh dipakai untuk maksiat. Maka warga sekitar ikut memantau kegiatan pengunjung yang sedang berwisata. Warga akan menegur bila ada sepasang muda-mudi yang memadu kasih di Tanjung Ga’an.

Di sekitar Tanjung Ga’an juga terdapat sebuah gua yang konon pernah dihuni oleh Maulana Umar Mas’ud saat mengusir binatang buas hengkang dari Bawean.

Ada yang menyebutkan bahwa gua tersebut adalah tempat musyawarah para wali. Kini, kondisi gua tersebut tidak terawat. Jarang ada yang berani masuk ke dalamnya.

Seiring dengan perkebangan zaman maka Tanjung Ga'an semakin dilupakan. Di desa ini juga bisa dijumpai makam para putri yakni Putri Condrowulan dan Jujuk Campa. Bahkan, kisah Waliyah Zainab juga di mulai dari Kumalasa sebelum kemudian beliau menetap dan disemayamkan di desa Diponggo.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓