Rumah Baru Buaya Vijay yang Acak-Acak Isi Tambak Warga

Oleh Aldiansyah Mochammad Fachrurrozy pada 09 Feb 2018, 18:02 WIB
Diperbarui 09 Feb 2018, 18:02 WIB
Rumah Baru Buaya Vijay Pengacak-Acak Isi Tambak Warga

Liputan6.com, Gorontalo – Vijay, nama dari warga untuk buaya muara yang pada pekan lalu ditangkap saat mengacak-acak tambak ikan di Desa Mootinelo, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, akhirnya dijemput oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Sebelumnya, masyarakat setempat bersikeras tidak mau menyerahkan Vijay karena khawatir buaya itu kembali akan dilepaskan di wilayah mereka. Selama ini, Vijay sangat ditakuti.

Sepak terjangnya memakan ikan di tambak telah merugikan para pemilik tambak. Belum lagi ancaman keselamatan masyarakat jika seandainya bertemu dengan buaya muara berumur 15 tahun tersebut.

Menurut Kepala BKSDA Gorontalo, Syamsudin Hadju, buaya itu akhirnya diserahkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan kepala desa dan polsek setempat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, selain tergolong berbahaya, buaya muara sepanjang 3,4 meter tersebut termasuk jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

"Sehingga setelah masyarakat mau menyerahkan satwa ini ke BKSDA, masyarakat berharap satwa ini tidak dikembalikan ke desa mereka," ujarnya.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Evakuasi Satu Jam

Rumah Baru Buaya Vijay Pengacak-Acak Isi Tambak Warga
Vijay si buaya muara itu sempat ditolak diserahkan warga karena mereka khawatir ia akan dilepaskan di wilayah dekat mereka. (Liputan6.com/Aldiansyah Mochammad Fachrurrozy)

Tim BKSDA sangat berhati hati untuk mengevakuasi satwa dengan berat 180 kilogram itu. Setelah satu jam, buaya muara berhasil dikeluarkan dari kandangnya dengan dibantu oleh masyarakat sekitar.

Syamsudin Hadju mengatakan, untuk sementara, Vijay si buaya muara akan dititipkan di lokasi penangkaran milik komunitas pencinta satwa.

"Untuk sementara kami titipkan sambil menunggu tempat yang akan kita buat di belakang kantor BKSDA," lanjutnya.

Syamsudin mengatakan, saat dievakuasi, buaya dalam kondisi lemah karena tidak makan sejak tertangkap masyarakat. Diduga buaya itu pun mengalami stres sehingga BKSDA berencana akan memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter hewan.

"Sudah lebih enam hari belum makan, mungkin karena stres jadi bahan tontonan masyarakat sehingga tidak bisa makan," ucapnya.

Sementara, masyarakat Moontinelo mengaku lega, buaya muara itu akhirnya bisa dibawa oleh BKSDA. Selama ini, mereka mengkhawatirkan keberadaan Vijay si buaya, karena selalu mengacak-acak tambak ikan.

"Kita hanya tidak mau ada korban dari manusia. Mudah-mudahan Vijay dibawa pergi jauh dari wilayah kami," kata Arifin, salah seorang warga Desa Mootinelo.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓