Kapolres Salatiga Juga Sediakan Batu untuk Melemparinya

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 05 Feb 2018, 18:30 WIB
Diperbarui 05 Feb 2018, 18:30 WIB
kapolres salatiga1

Liputan6.com, Semarang Aksi nyentrik Kapolres Salatiga yang mendatangi warganet karena ingin menendang polisi ternyata bukan aksi satu-satunya. Sebelumnya AKBP Yimmy Kurniawan juga pernah menyediakan batu dan memberikannya kepada warganet yang memaki-maki polisi dan hendak melemparnya dengan batu.

"Ini adalah pola pendekatan kami untuk mencegah pelanggaran hukum dalam penggunaan media sosial," kata Yimmy kepada Liputan6.com, Senin (5/2/2018).

Menurut perwira Polri lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 ini, pihaknya mendorong bersikap sportif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. Apabila ada pelanggaran, awalnya polisi akan melacak dan memeriksa pelaku untuk memberi efek jera.

"Kemudian kami dorong untuk meminta maaf secara terbuka melalui akun media sosial yang sama, dengan melibatkan orangtua, perangkat desa atau lingkungan, sekolah agar bisa mengontrol si pelanggar," kata Kapolres Salatiga ini.

Menurutnya, melalui media sosial kadangkala emosi tidak terkontrol dan tak terkendali. Saat itu yang dibutuhkan adalah penyaluran hasrat dan rasa kejengkelan itu. Tentu saja tanpa menimbulkan kejengkelan pihak lain.

"Saya beri batu. Silakan jika mau melempar batu. Lempar saja ke saya," kata Kapolres Salatiga ini.

 

2 dari 2 halaman

Dipicu Warganet Tersinggung

polisi salatiga
Postingan Rumini Ambarwati yang menjadi awal petaka bagi Sulistyono. (foto: Liputan6.com / felek wahyu)

Terkait dengan akun warganet Sulistyono, kasus itu tidak dilanjutkan karena ia yakin Sulistyono sudah jera setelah diperiksa oleh penyidik. Melalui akun Sulis Celegeng juga sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Kasus berawal dari postingan Rumini Ambarwati yang mengeluhkan tindakan tilang oleh polisi Salatiga. Rumini tidak mempersoalkan tindakan tilang, tetapi mengeluhkan nada bicara polisi lalu lintas yang menurutnya sengak (ketus).

"Pagi lur. Pg lewat jb arah Blotongan ada cegatan polisi. Opo polisi nek nilang ki emang kudu sengak ya swarane? (Apa polisi kalau nilang harus ketus ya suaranya?)" tulis Rumini.

Dari postingan itulah muncul berbagai komentar. Salah satunya dari Sulistyono. 

Atas hal ini, AKBP Yimmy mengaku sudah menyelesaikan. Semua hanya karena salah paham dan tidak saling mengenal karakternya saja.

"Anggota saya itu memang seperti itu nada bicaranya. Kalau disuruh berubah lembut kayak Roy Marten ya enggak bisa. Semua sudah selesai kok," kata Yimmy.

Yimmy Kurniawan sendiri selalu aktif memantau media sosial melalui akun FB Yimmy Kurniawan. Ia juga aktif menulis melalui blog https://yimmykurniawan.wordpress.com.

Ia berharap, masyarakat Salatiga akan semakin santun dalam pemanfaatan media sosial dan tak ada pelanggaran UU ITE.

Lanjutkan Membaca ↓