Tak Ada Aksi Penjarahan oleh Bonek di Surabaya, Ini yang Terjadi

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Jan 2018, 14:06 WIB
Diperbarui 28 Jan 2018, 14:06 WIB
Bonek Mania
Perbesar
Bonek Mania saat memberi dukungan kepada Persebaya saat berjumpa PS TNI di laga penyisihan Grup C Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (18/1/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Liputan6.com, Surabaya - Aksi saling dorong antarsuporter bonek yang mengantre pembelian tiket pertandingan Persebaya melawan Madura United, terjadi di Maspion Square Jl A Yani No 73 Surabaya. Aksi dorong tersebut sempat terekam oleh video amatir warga dan menjadi viral.

"Kejadian itu hari Jumat, 26 Januari kemarin, sekitar pukul 13.50 WIB," tutur Camat Wonocolo Denny Christupel Tupamahu saat dikonfirmasi, Minggu (28/1/2018).

Dia menceritakan, awalnya suasananya masih kondusif. Namun, mendadak jadi agak panas setelah para suporter mengantre terlalu lama.

"Aksi dorong mendorong ini semakin panas setelah memasuki pukul 14.00 WIB," katanya.

Menurutnya, aksi saling dorong ini terjadi karena banyak bonek yang terus datang ingin membeli tiket untuk pertandingan Persebaya melawan Madura United pada Minggu 28 Januari 2018.

"Kami bersama sejumlah petugas polisi dan tentara ikut mengamankan dan menenangkan jalannya penjualan tiket," ucapnya.

"Suasana baru terkendali setelah panitia membuka sejumlah konter penjualan tiket baru di area pusat perbelanjaan Giant, A Yani - Margorejo Surabaya," ujarnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Penjelasan Pihak Toko

Suporter Persebaya, Bonek Mania
Perbesar
Suporter Persebaya, Bonek Mania (Dimas Angga P)

Dikonfirmasi secara terpisah, Manager Store Giant Hero Grup Surabaya, April Wahyu Widati menyampaikan bahwa, penjualan tiket Persebaya Surabaya versus Madura United di Giant Margerejo, Jalan A. Yani Surabaya, pada awalnya aman.

Hanya karena tiket datang telat, sehingga suporter panik dan khawatir tidak kebagian tiket.

"Alhamdulillah semua bisa teratasi berkat kesigaban team toko dan dibantu aparat kepolisian," tuturnya.

Dia menegaskan, kalau ada informasi tentang penjarahan atau pengerusakan, itu tidak benar. Karena semua berjalan aman dan dipastikan sesaat setelah selesai penjualan tiket, toko kami kembali beroperasi dengan normal.

"Dengan ini, kami mengklarifikasi bahwa tidak ada penjarahan. Jika ada video yang memperlihatkan orang berlarian, itu adalah mereka yang khawatir tidak kebagian. Tapi setelah kami berikan penjelasan para bonek dan bonita bisa memahami," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓