Tertidur di Mobil, Anggota TNI Kehilangan Pistol hingga 5 Bulan

pada 26 Jan 2018, 11:03 WIB
Diperbarui 26 Jan 2018, 11:03 WIB
Ilustrasi pistol
Perbesar
Ilustrasi pistol. (Istimewa)

Surabaya - Upaya pencarian sebuah senjata api (senpi) milik anggota TNI AL membuahkan hasil. Pistol jenis CPPS (Colt Police Positive Special) revolver yang dipegang oleh Peltu J tersebut hilang lima bulan lalu.

Pistol tersebut ditemukan setelah anggota Unit Tipidter Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Kardito, seorang sekuriti di klub malam.

Komandan Polisi Militer Lantamal V (Danpomal Lantamal V) Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad mengatakan kasus hilangnya pistol dengan sejumlah pelurunya tersebut berawal saat Peltu J, pulang dari Karaoke Suka-Suka, di daerah Wiyung.

Karena mengantuk ketika mengendarai mobil ke arah Perak melalui jalan tol, Peltu J memutuskan berhenti di tempat parkir darurat di KM 7.600. Anggota TNI itu tertidur di dalam mobil hingga pukul 05.30 WIB.

Saat terbangun, dia mendapati bahwa pistol organiknya yang berisi enam butir peluru hilang. "Kehilangan pistol itu kemudian dilaporkan," ujar Khoirul Fuad, Rabu, 24 Januari 2018.

Dari laporan tersebut, Pomal membentuk tim di jajaran Lidkrim untuk mencari pistol tersebut dengan berkoordinasi melekat bersama pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan, pistol tersebut ditemukan di tangan Kardito.

Ternyata, dia sudah menjadi target Reskrim Polrestabes Surabaya, yang ketika itu mengendarai mobil Honda Jazz di Jalan Perak Barat. "Kardito ditangkap pada Selasa, 23 Januari 2018. Dia ditangkap tanpa perlawanan," kata perwira dengan tiga melati itu.

Baca berita menarik JawaPos.com lainnya di sini.

 

 

2 dari 2 halaman

Dihargai Rp 2,5 Juta

Ilustrasi senpi
Perbesar
Ilustrasi senjata api dan amunisi. (Antara)

Polisi lalu mengembangkan kasus tersebut karena Kardito mengaku membeli pistol dari seorang temannya. Penyelidikan asal usul senpi tersebut ditindaklanjuti Tim Tipidter Polrestabes Surabaya.

Dari hasil pengembangan tersebut, polisi berhasil menangkap dua pelaku lain yakni Reyhan dan Mad Levis. Keduanya juga target operasi polisi lantaran diduga terlibat tindak kriminalitas.

Dua orang tersebut merupakan orang yang memegang senpi milik TNI AL tersebut sebelum akhirnya dijual kepada Kardito. Senpi tersebut dijual dengan harga Rp 2,5 juta kepada Kardito lengkap dengan enam pelurunya.

Saat ini, polisi masih mengejar satu pelaku lain yang diduga eksekutor atau orang yang mengambil senpi tersebut dari tangan Peltu J. "Orang yang mengambil pistol tersebut juga merupakan target operasi kami," ungkap salah satu sumber.

Selain memburu eksekutor, polisi mendalami tindak kriminal ketiga pelaku yang sudah diamankan. Apakah pistol tersebut sempat digunakan untuk kejahatan atau tidak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Suraabaya, AKBP Sudamiran, mengatakan upaya menemukan pistol tersebut memang hasil kerjasama antara TNI dan Polri. Namun, ia enggan menjelaskan detail terkait pistol tersebut.

"Kami masih mengembangkan kasus ini," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓