Jadi Tersangka, Begini Kondisi Ibu yang Meracuni 3 Anaknya

Oleh Dian Kurniawan pada 26 Jan 2018, 09:01 WIB
Diperbarui 26 Jan 2018, 09:01 WIB
Kondisi Ibu yang Mengajak Anak Minum Racun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang
Perbesar
Kondisi Ibu yang Mengajak Anak Minum Racun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jombang - Evy Suliastin Agustin (26), ibu yang mengajak ketiga anaknya meminum racun serangga resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Jombang, Jawa Timur.

"Saudari E statusnya saat ini sudah sebagai tahanan Mapolres Jombang, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal sejak gelar perkara beberapa waktu lalu," tutur Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto di Mapolres Jombang, Rabu, 24 Januari 2018.

Ia menjelaskan, surat perintah penahanan oleh penyidik dikeluarkan setelah Evy mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang usai meminum racun serangga.

"Berdasarkan keterangan dari dokter pendamping yang merawat saudari E, secara medis kondisi kesehatannya sudah dinyatakan baik, tetapi untuk hasil pemeriksaan psikis, hasil resminya akan keluar dalam waktu dekat," kata Agung.

Agung menambahkan, dalam kesehariannya, ibu yang meminumkan racun serangga kepada tiga anaknya itu akan mendapatkan pengawalan dari petugas kepolisian. Selain itu, lingkungannya juga harus steril dari senjata tajam dan benda lain.

"Kita juga tadi berpesan kepada saudari E agar tegar dan tabah guna menjalani proses hukum yang berlangsung," Agung menandaskan.

 

2 dari 3 halaman

Ibu yang Minumkan Racun pada 3 Anaknya Jadi Tersangka

Ibu meracun anak
Perbesar
Ada 15 saksi yang diperiksa dalam kasus ibu racuni tiga anak dengan racun serangga di Jombang. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sebelumnya, Evy Suliastin Agustin, 26 warga Dusun Sambilanang, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang ditemukan tergeletak di rumahnya. Dia ditemukan adiknya dalam kondisi lemah.

Sementara itu, tiga anak Evy ditemukan di kamar mandi dalam kondisi tak bernyawa. Ketiga bocah yaitu SM (6), BV (4) dan UF (4 bulan).

Warga yang mendapat informasi itu langsung membawa Evy dan tiga anaknya ke RSUD Jombang. Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga menyita barang bukti berupa satu botol cairan pembasmi serangga dan dua telepon genggam.

Setelah memastikan menaikan status penyidikan terhadap kasus Evy Suliastin Agustin (26), polisi akhirnya membidik F, suami Evy dalam kasus penelantaran terhadap keluarga.

"Tidak menutup kemungkinan, F suami dari saudari E ini juga kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus penelantaran keluarga," tutur Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, akhir pekan lalu.

Namun, untuk penetapan F sebagai tersangka, Agung menegaskan, pihaknya tidak akan buru-buru dalam bertindak.

"Jika memang ucapan atau kesaksian dari saudari E dan beberapa saksi lainya dapat kita buktikan, maka tidak menutup kemungkinan saudara F akan kita jadikan tersangka," kata Agung.

Sedangkan, terkait kondisi Evy, Agung menyatakan, saat ini dia sudah berangsur membaik dan tengah mendapatkan pendampingan dari dokter ahli jiwa serta pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

"Sudah ada anggota dan dokter ahli jiwa yang bertugas mendampingi dan melakukan pengawalan terhadap saudari E yang saat ini sedang dirawat di RSUD Kabupaten Jombang," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Ibu Racuni 3 Anak di Jombang, Keluarga Minta Polisi Setop Kasus

Kisah Patah Hati Ibu Muda yang Minumkan Racun pada 3 Anak
Perbesar
Pemakaman tiga anak yang diminumkan racun oleh ibu di Jombang. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Keluarga Evy Suliastin Agustin, ibu yang mengajak ketiga anaknya bunuh diri meminta agar pihak kepolisian untuk tidak memproses perkara tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. Pasalnya, keluarga menyakini jika aksi nekat Evi karena tekanan psikis dan perlu penanganan lebih lanjut.

"Tidak mungkin Dek Evy melakukan hal tersebut, wong dia itu sangat sangat sayang kepada anak-anaknya, apa pun yang diminta anaknya selalu diberikan walaupun harganya mahal dan mana ada ibu yang tega membunuh anaknya sendiri," tutur Mangkelatin, salah seorang kerabat Evy, di Mapolres Jombang, Rabu, 17 Januari 2018.

Menurutnya, tindakan nekat Evy didasari beban mental serta ada persoalan lain sehingga aksi tersebut terjadi. Dia berharap kepolisian mendatangkan psikolog serta ahli terapi untuk memulihkan kondisi kejiwaan Evy.

"Perlu dulu didatangkan psikiater, sehingga kondisi kejiwaannya pulih, saya sangat yakin Dek Evy tidak akan setega itu," katanya.

Saat disinggung persoalan apa yang menjadi beban Evy, Mangkelatin tidak bisa menyebutkan secara gamblang karena dalam kesehariannya Evy merupakan pribadi yang tertutup, apalagi terkait persoalan rumah tangganya. 

"Ya pernah cerita terkait keraguan suaminya pada anak keduanya, dan pernah juga cerita bahwa suaminya pengin nikah lagi. Tapi kalau soal keuangan dirinya tidak pernah cerita," dia menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓