Misteri Gajah Mati di Taman Gajah Lombok

Oleh Liputan6.com pada 23 Jan 2018, 05:00 WIB
Diperbarui 25 Jan 2018, 04:13 WIB
Ilustrasi Gajah

Liputan6.com, Lombok Utara - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerjunkan tim investigasi untuk mengetahui penyebab kematian seekor gajah jantan milik pengelola Lombok Elephant Park di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Humas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Ivan Juhandara mengatakan dua anggota tim tersebut adalah ahli gajah dari BKSDA Medan, Sumatera Utara, dokter hewan Talia Jalia, dan pemerhati satwa liar dari Jakarta, Ercci Ilena Kandau.

"Keduanya diutus oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Mereka sudah melakukan investigasi pada 20-21 Januari 2018," katanya, Senin (22/1/2018), dilansir Antara.

Ia menyebutkan gajah jantan bernama Rambo berusia sekitar 50 tahun itu mati pada 15 Januari 2018. Gajah itu didatangkan dari Lampung pada November 2016 dan merupakan satu dari empat ekor gajah koleksi Lombok Elephant Park.

Tim investigasi itu menanyakan langkah-langkah yang dilakukan oleh tim medis taman gajah tersebut. Selan itu, tim menanyakan tentang riwayat medis gajah yang mati tersebut.

Utusan Kementerian LHK tersebut juga memberikan gambaran pengalaman tentang penanganan gajah yang dilakukan di Sumatera Utara, serta berbagi cara memberikan vitamin dan teknik menyuntik gajah agar aman buat dokter hewan dan gajahnya.

 

 

2 of 2

Dugaan Sakit Jantung

Ilustrasi gajah (AFP)
Ilustrasi gajah (AFP)

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA NTB Tri Endang Wahyuni mengatakan kematian seekor gajah tersebut diduga karena penyakit pada jantung dan usus besar. Hal itu berdasarkan hasil diagnosis sementara dokter hewan Lombok Elephant Park.

"Tapi kami belum bisa menyimpulkan apakah penyakit tersebut bawaan dari Lampung atau sakit sejak berada di Lombok," katanya.

Tri Endang mengatakan BKSDA NTB telah memberikan teguran kepada pengelola Lombok Elephant Park agar meningkatkan perawataan secara maksimal kepada gajahnya dan semua satwa liar yang dikoleksi.

BKSDA NTB juga melakukan evaluasi terhadap seluruh kekurangan pengelolaan satwa liar di Lombok Elephan Park. Hasil evaluasi tersebut diberikan melalui surat resmi.

Pengeloka Lombok Elephant Park juga diminta berhati-hati dalam memelihara dan merawat semua satwa liar koleksinya. Mereka harus melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap satwa koleksinya secara rutin.

"Kami juga menyarankan agar mendatangkan dokter hewan dari Taman Safari Jakarta," ucapnya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by