Gerak Cepat 4 Emak-Emak Pencuri Spesialis Swalayan

Oleh Ahmad Akbar Fua pada 28 Des 2017, 14:33 WIB
Diperbarui 28 Des 2017, 14:33 WIB
Gerombolan Emak-Emak Makassar, Bandit Spesialis Swalayan
Perbesar
Empat ibu rumah tangga spesialis maling swalayan asal Makassar Sulawesi Selatan saat ditangkap di Kantor Polisi di Kota Kendari. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Liputan6.com, Kendari - Empat orang ibu rumah tangga asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil tertangkap di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu, 24 Desember 2017, sekitar pukul 16.00 Wita.

Keempat emak-emak ini dibekuk Kepolisian Sektor Abeli Kota Kendari setelah kedapatan menggasak sejumlah susu bayi bermerek seharga jutaan rupiah di salah satu swalayan di Kota Kendari.

Polisi membekuk keempatnya setelah dibantu penjaga swalayan. Awalnya, penjaga swalayan menandai keempat ibu rumah tangga yang sudah dua kali beraksi dari rekaman CCTV.

Gerombolan emak-emak ini diketahui kompak beraksi pertama kali di swalayan tersebut pada Jumat, 22 Desember 2017, sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, keempatnya berhasil lolos dengan berhasil membawa pulang 32 kotak susu.

Saat beraksi, keempat emak-emak ini cukup lihai. Agar tak ketahuan, mereka berpura-pura sebagai pembeli. Dua di antaranya mengalihkan perhatian kasir dan petugas swalayan, sementara dua lainnya sibuk memasukkan barang curiannya ke dalam baju.

Setelah itu, keempatnya keluar bergantian dari swalayan. Pelayan toko yang sebagian besar wanita tak curiga dengan aksi ibu-ibu rumah tangga ini.

Polisi menetapkan keempat emak-emak ini merupakan sindikat spesialis pencuri minimarket. Setelah diinterogasi, keempatnya mengaku bekerja sama sudah sejak beberapa waktu lalu di Kota Kendari.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Sepak Terjang Gerombolan Emak-Emak Bandit Minimarket

Gerombolan Emak-Emak Makassar, Bandit Spesialisasi Swalayan
Perbesar
Empat ibu rumah tangga spesialis maling swalayan asal Makassar Sulawesi Selatan saat ditangkap di Kantor Polisi di Kota Kendari. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Keempat orang ini diketahui bernama Hermita (28), Santika (28), Asniati (50), dan Henni (47). Mereka nyaris dikeroyok massa setelah kedapatan penjaga mencuri di salah satu toko yang menjual susu dan makanan bayi yang ada di Kota Kendari.

Hermita, salah satu dari empat orang pencuri ini, berhasil lolos dari penjaga minimarket saat hendak ditangkap. Polisi kemudian mengejar hingga ke Bandara Udara Halu Oleo dan berhasil membekuk pelaku.

"Mereka sudah pernah beraksi pada beberapa swalayan besar sebelumnya," ujar Kapolsek Abeli, AKP Sopyan Jaji, Rabu (27/11/2017).

Dari tangan keempatnya, polisi nyaris tak mengamankan barang bukti. Sebab, sebanyak 32 kotak susu bayi seharga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu sudah dijual kepada puluhan warga di Kota Kendari.

Polisi hanya berhasil mengamankan empat baju daster yang dipakai tersangka saat melakukan aksinya. Baju-baju ini terekam CCTV dipakai para tersangka saat beraksi.

Dari hasil penyelidikan, ternyata keempatnya juga pernah berhasil beraksi pada tiga swalayan makanan grosir. Aksi ini baru disadari pihak swalayan setelah polisi datang dan meminta rekaman CCTV.

Upaya polisi mengungkap sejumlah lokasi yang pernah dijadikan tempat mencuri oleh keempat tersangka tidak mudah. Polisi kerja keras selama tiga hari agar mereka mengakui perbuatannya.

"Kita investigasi sendiri pada sejumlah toko dan swalayan yang kami duga dijadikan lokasi mereka beraksi, mereka mengincar susu bayi yang harganya mahal-mahal untuk dijual kembali dengan harga miring," ujar Kapolsek.

Keempat pencuri ini nekat melakukan aksinya dua kali di Toko SS, salah satu toko yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kantor polisi. Pertama kali keempatnya mencuri, yakni pada Jumat, 22 Desember 2017, sekitar pukul 11.00 Wita.

Kondisi pada saat itu di swalayan sangat ramai pembeli. Apalagi, pasar depan swalayan yang hanya buka tiga kali seminggu juga sedang dipadati pengunjung.

Saat itu, penjaga toko sadar ketika sebanyak 32 kotak susu hilang dari rak tempat penyimpanan. Setelah mengecek rekaman CCTV, ternyata 32 kotak susu yang hilang diambil oleh empat orang tersangka secara bergantian.

Penjaga lalu berusaha menandai wajah keempat orang tersangka yang rata-rata menggunakan jilbab dan baju daster. Dari kamera pemantau, di dalam baju daster inilah, setiap tersangka memasukkan tujuh hingga delapan kotak susu bayi.

"Setelah menyelipkan susu dalam baju, mereka keluar minimarket tanpa membeli apa-apa. Dua lainnya sempat bertanya-tanya pada kasir untuk mengalihkan perhatian," ujar Agustan, salah satu penjaga Toko SS, Rabu (27/12/2017).

Saat keempatnya datang kedua kali pada Minggu, 24 Desember 2017, penjaga langsung sigap. Setelah keempatnya berada di dalam toko, dua dari tujuh orang penjaga langsung menutup pintu swalayan.

"Kita tutup pintu toko cepat-cepat dan langsung tanyai mereka. Ada satu teman yang telepon polisi," tambah Agustan.

Saat menunggu polisi datang, di depan swalayan sudah ramai massa. Beberapa di antaranya berteriak meminta pintu dibuka agar mereka bisa diseret keluar.

"Untung polisi cepat datang, kalau tidak mungkin mereka sudah babak belur," tutup Agustan.

3 dari 3 halaman

Berdalih Masalah Ekonomi

Gerombolan Emak-Emak Makassar, Bandit Spesialis Swalayan
Perbesar
Foto rekaman CCTV saat salah satu pelaku beraksi. (Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Keempat pelaku mengaku melakukan aksinya karena impitan ekonomi. Mereka juga sepakat datang jauh-jauh dari Makassar untuk mencoba kemampuan mencuri di Kota Kendari.

Namun, penyidik polisi tak peduli. Pasalnya, ternyata bukan satu tempat saja mereka pernah beraksi. Ada tiga tempat lainnya yang pernah dijadikan lokasi sasaran pencurian.

"Rata-rata swalayan besar. Mereka tidak mau melapor, tapi sejauh ini sudah cukup bukti untuk menjerat mereka," ujar Kanit Reskrim Polsek Abeli, Bripka La Ode Muhammad Farid.

Farid mengatakan, keempat pelaku diduga sudah melakukan aksi pada banyak tempat. Namun, polisi kesulitan karena korban belum melaporkan ke kepolisian.

"Dari caranya mereka sudah pengalaman. Tapi, untuk sementara tiga tempat lainnya sudah mengonfirmasi bahwa pernah menjadi korban," ujar Farid.

Dia menambahkan, pelaku terancam Pasal 363 KUHP subsider Pasal 362 KUHP terkait pencurian. Keempatnya terancam hukuman penjara selama tujuh tahun.

"Mereka kita tahan, kita hanya jalankan tugas saja sesuai tindakan mereka. Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran buat mereka untuk tidak mengulangi," dia menandaskan.

Dari pantauan wartawan, keempatnya tampak tidak menyesal dan sibuk bercanda saat di dalam tahanan. Malah, gerombolan emak-emak ini tertawa-tawa santai saat dipanggil berjejer membelakangi kamera.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓